Pada era pertumbuhan pesat industri makanan dan minuman di Indonesia, fluktuasi harga saham menjadi indikator penting dalam menilai kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA), Earnings Per Share (EPS), dan Financial Distress terhadap harga saham perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2023. Penelitian ini menggunakan teori Signaling sebagai landasan untuk menjelaskan pengaruh antarvariabel. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif dengan analisis Structural Equation Modeling (SEM) melalui SmartPLS berdasarkan data sekunder laporan keuangan sebanyak 14 perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, EPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, dan Financial Distress berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Disarankan bagi perusahaan untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas pengelolaan aset serta penyampaian sinyal keuangan agar lebih mampu menarik kepercayaan investor di pasar modal.
Copyrights © 2025