Penelitian ini bertujuan menganalisis literasi sains siswa kelas VI SD St. Clara Tomohon dalam pembelajaran IPA berbasis digital. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai kemampuan ilmiah siswa serta faktor yang memengaruhi implementasi pembelajaran digital. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa kelas VI dan seorang guru IPA. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes literasi sains, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi sains siswa masih rendah, terutama dalam kemampuan menginterpretasi data dan menerapkan konsep IPA. Pembelajaran berbasis digital telah dilakukan melalui penggunaan video dan simulasi sederhana, namun belum terintegrasi secara optimal ke dalam proses inkuiri ilmiah. Kendala utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan perangkat, koneksi internet yang tidak stabil, serta keterampilan digital guru dan siswa yang belum merata. Meskipun demikian, antusiasme siswa terhadap teknologi, ketersediaan LCD, dan dukungan sekolah menjadi faktor pendukung penting bagi pembelajaran digital. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan literasi sains membutuhkan optimalisasi pemanfaatan teknologi serta penguatan kesiapan digital guru dan sekolah.
Copyrights © 2025