Pendekatan pembangunan yang berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak pembangunan kota masa depan di Indonesia karena tantangan besar yang akan dihadapinya berupa pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, penurunan kualitas lingkungan, dan krisis energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif penerapan konstruksi hijau pada bangunan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan mempertimbangkan berbagai indikator, baik dari aspek teknis maupun lingkungan. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, di mana data dianalisis melalui tabulasi hasil checklist dari objek penelitian menggunakan Microsoft Excel. Selanjutnya, data tersebut dihitung dengan menggunakan Model Assessment Green Construction guna memperoleh Nilai Green Construction (NGC). Berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap penerapan konstruksi hijau, didapati dari 144 indikator yang ada hanya 137 indikator yang telah diterapkan pada tahap konstruksi nya. Perhitungan Nilai Green Construction aktivitas konstruksi sebesar 17,69, nilai ini berada diatas NGC terbaik 15,47 tetapi belum mencapai NGC ideal sebesar 21,92. Temuan ini menjadi landasan evaluatif yang penting untuk merumuskan kebijakan konstruksi hijau yang lebih responsif dan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan proyek konstruksi di Indonesia.
Copyrights © 2025