World Health Organization (WHO) tahun 2020 merilis data persentase cakupan ISPA pada balita usia satu sampai lima tahun sebesar 42,91%. Berdasarkan data Puskesmas Morosi pada tahun 2023 ISPA pada balita mengalami peningkatan sebesar 35,0%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor risiko kejadia ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Morosi. Jenis penelitian ini menggunakan studi case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 171 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 104 sampel dimana 52 kasus dan 52 kontrol. Metode analisisnya menggunakan Uji Chi-Square dan Uji Odds Ratio. Penelitian menunjukkan hasil Uji Odds Ratio terhadap kebiasaan merokok dalam rumah diperoleh nilai OR sebesar 10,389, hasil Uji Odds Ratio terhadap ventilasi rumah diperoleh nilai OR sebesar 12,968, hasil Uji Odds Ratio terhadap kelengkapan imunisasi diperoleh nilai OR sebesar 0,909, hasil Uji Odds Ratio terhadap jarak rumah pada industri diperoleh nilai OR sebesar 0,924, hasil Uji Odds Ratio terhadap konsentrasi PM₂,₅ diperoleh nilai OR sebesar 1,364, hasil Uji Odds Ratio terhadap kelembaban diperoleh nilai OR sebesar 0,926, hasil Uji Odds Ratio terhadap suhu diperoleh nilai OR sebesar 1,765. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa semua variabel memiliki faktor risiko terhadap kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Morosi.
Copyrights © 2025