Diare merupakan suatu kondisi dimana individu mengalami peningkatan frekuensi buang air besar tiga kali atau lebih sehari disertai perubahan konsentrasi tinja dalam bentuk cair dengan atau tanpa lender atau darah. Berdasarkan data profil Puskesmas lalonggasumeeto pada tahun 2022 terdapat 83 balita yang menderita diare dan pada tahun 2023 terdapat 86 balita yang menderita diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit diare pada Balita di wilayah kerja puskesmas lalonggasumeeto kabupaten konawe. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study, populasi dalam penelitian ini berjumlah 76 ibu balita. Sampel pada penelitian ini sebanyak 43 ibu balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara penyediaan air bersih p-value (0,239 > α 0,05), ada hubungan antara kepemilikan SPAL p-value (0,005< α 0,05), ada hubungan antara penggunaan jamban sehat p-value (0,020< α 0,05), dan ada hubungan kebiasaan cuci tangan pakai sabun p-value (0,035 < α 0,05) dengan kejadian penyakit diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe. Diharapkan Kepada pihak puskesmas Lalonggasumeeto khususnya bagian penyuluh Kesehatan untuk melakukan penyuluhan tentang penggunaan jamban sehat yang memenuhi syarat, kebiasaan cuci tangan pakai sabun yang memenuhi syarat serta pentingnya memiliki saluran pembuangan air limbah agar terhindar dari penyakit yang menyebabkan diare.
Copyrights © 2025