Laboratorium komputer di tingkat sekolah menengah memiliki peran vital dalam menunjang pembelajaran berbasis teknologi dan asesmen nasional. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa pengelolaan laboratorium di sekolah-sekolah Kota Banda Aceh masih menghadapi kendala, terutama terkait rendahnya kompetensi manajerial SDM, penataan fisik yang kurang ergonomis, serta minimnya penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru serta teknisi sekolah dalam mengelola fasilitas laboratorium secara efektif. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan daring (webinar) yang diselenggarakan pada 19 Agustus 2025, dengan melibatkan peserta dari unsur pengelola laboratorium sekolah menengah di Banda Aceh. Materi pelatihan mencakup lima pilar utama manajemen, yaitu: perencanaan strategis, penataan fisik dan manajemen kabel, administrasi inventaris, implementasi K3, serta penyusunan Prosedur Operasional Standar (SOP). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai urgensi tata kelola laboratorium yang terstandarisasi. Melalui sesi diskusi, teridentifikasi bahwa penyusunan SOP dan manajemen inventaris menjadi kebutuhan mendesak untuk segera diimplementasikan di sekolah mitra. Disimpulkan bahwa pelatihan ini efektif dalam mengubah pola pikir pengelola laboratorium dari sekadar penjaga fasilitas menjadi manajer sistem, yang perlu ditindaklanjuti dengan pendampingan teknis secara luring di masa mendatang.
Copyrights © 2025