Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pengaruh work-life balance dan dukung sosial keluarga terhadap quarter life crisis pada karyawan muda di PT. Media Fajar Indonesia. Fenomena quarter life crisis pada generasi usia 18-30 tahun semakin meningkat seiring dengan perkembangan sosial dan teknologi, ditandai oleh kecemasan, kebingungan arah hidup, serta tekanan kerja yang ting-gi. Kondisi ini semakin diperparah oleh beban kerja beban, jam kerja panjang, kurangnya keseimbangan hidup, serta lemahnya dukungan sosial keluarga. Studi awal paada PT. Media Fajar Indonesia menujukkan adanya ketidakseimbangan antara beban kerja dan kapasitas karyawan, yang terdampak pada munculnya gejala quarter life crisis . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain ko-relasional. Teknik pengambilan sampel menggunakani purposive sampling dengan kriteria karyawan muda yang sesuai kebutuhan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan statistik inferensial melalui bantuan software SPSS versi 23, untuk menguji kekuatan dan arah hubungan antara variabel work-life bal-ance, dukungan sosial keluarga, dan quarter life crisis . Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap quarter life crisis . Temuan ini berbeda dari teori umum yang menyatakan bahwa work-life balance menurunkan tekanan psikologis, namun selaras dengan konsep eksplorasi identitas pada masa dewasa awal, dimana kesemimbangan hidup memberi ruang refleksi diri yang dapat memicu muncul-nya krisis. Dukungan sosial keluarga juga berpengaruh positif dan signifikan ter-hadap quarter life crisis , menunjukkan bahwa dukungan keluarga memberi kekuatan psikologi bagi individu untuk menghadapi fase transisi tersebut secara adaptif. Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh yang sangat sig-nifikan terhadap quarter life crisis , menegaskan bahwa fenomena ini adalah kondisi multidimensi yang dipengaruhi oleh faktor personal, sosial, dan lingkungan kerja.
Copyrights © 2025