Evolusi ancaman siber yang pesat telah mengubah virus komputer sederhana menjadi entitas yang sangat canggih, seperti malware polimorfik dan serangan tanpa file (fileless). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis mendalam mengenai mekanisme pertahanan internal pada sistem operasi (OS) modern. Metodologi penelitian melibatkan evaluasi teknis terhadap beberapa lapis perlindungan, termasuk integritas memori, keamanan berbasis virtualisasi, dan integrasi algoritma pembelajaran mesin untuk deteksi perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun deteksi berbasis tanda tangan (signature) tradisional mulai usang, kombinasi antara keamanan berbasis perangkat keras (TPM) dan analisis heuristik dinamis menawarkan perlindungan yang kokoh terhadap eksploitasi zero-day. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara isolasi tingkat kernel dan kecerdasan berbasis awan (cloud) sangat penting untuk menjaga integritas sistem di era ancaman yang terus berkembang secara persisten
Copyrights © 2026