Kaum perempuan sering mengalami ketimpangan dalam menempuh pendidikan, banyak yang menganggap mereka lebih relevan berkutat dengan persoalan bagaimana mengatur rumah tangga. Anggapan seperti ini sangat keliru, sebab ada tanggung jawab yang diemban perempuan selain persoalan rumah tangga yaitu memberikan pendidikan dasar kepada anak mereka sebagai generasi bangsa. Selain ketimpangan soal pendidikan, kaum perempuan juga kerap menjadi korban diskriminasi dan kekerasan. Perempuan sering mengalami diskriminasi dan kekerasan seperti kekerasan fisik, seksual, psikologis, marginalisasi bahkan diskriminasi gender. Ketika para perempuan diposisikan seperti demikian, muncullah berbagai pergerakan feminisme yang mendukung agar perempuan tidak memiliki nasib yang parah. Salah satunya bernama Qasim Amin, ia adalah tokoh reformis dari Mesir yang menggelorakan semangat pembebasan kaum perempuan. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan mengambil beberapa referensi yang bersumber dari beberapa jurnal, buku, dan berbagai literatur yang mendukung topik penelitian ini. Data yang telah terkumpul kemudian diinterpretasi melalui diskusi di antara para penulis hingga sampai pada tujuan-tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Pendidikan yang layak bagi perempuan dituangkan oleh Qasim Amin dalam karyanya Tahrir al Mar’ah (Emansipasi Perempuan). Qasim Amin berpendapat pendidikan perempuan merupakan satu-satunya untuk membebaskan praktik pemarginalan dan subordinasi yang menyiksa mereka. Untuk itu Qasim Amin menyatakan pendidikan bagi perempuan sangat peting, sebab kecerdasan perempuan merupakan aset strategis bagi kemajuan bangsa.
Copyrights © 2025