Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Memahami Tugas Perkembangan Usia Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Us'an Us'an; Jenjang Waldiono; Dani Yanuar Eka Putra
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih mendalam tugas perkembangan pada usia sekolah dasar sebagai landasan dalam memberikan pendidikan dan proses pembelajaran dalam kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka dengan mengumpulkan berbagai literatur-literatur yang mempunyai hubungan dengan tugas permkembangan khususnya usia sekolah dasar (6-12 tahun) dan proses pembelajaran dalam kelas, literratur tersebut misalnya, jurnal, buku, artikel, atau pembahasan yang sesuai tema bahasan. Peneliti menggunakan analisis data dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan tugas perkembangan dan proses pembelajaran. Penelitian ini sangat penting karena banyak guru atau orang tua yang salah kaprah dalam mendidik atau memberikan pembelajaran kepada siswa, mereka sering menyamakan psikologi usia sekolah dasar dan sekolah menengah, hal ini disebabkan mereka tidak memahami dengan baik tugas perkembangan siswanya, sehingga diperlukan pemahaman setiap tugas perkembangan siswanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap tugas perkembangan anak usia sekolah dasar berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pembelajaran. Pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan hasil belajar yang maksimal
Analisis Faktor Internal dan Eksternal Penyebab Kelupaan Dalam Belajar: Strategi Pembelajaran Berbasis Aktivasi Memori untuk Memperkuat Ingatan Siswa Us’an, Us’an; Suroto, Suroto; Jenjang Waldiono
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.571

Abstract

Kelupaan dalam belajar merupakan salah satu permasalah yang sering dialami oleh siswa yang berimplikasi pada rendahnya retensi serta efektivitas dalam proses pembelajaran. Fenomena semacam ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor terutama yang bersumber dari internal (diri siswa) dan faktor eksternal (pembelajaran guru). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kelupaan serta mengkaji bagaimana strategi pembelajaran yang harus dilakukan guru untuk memperkuat ingatan terkait materi yang diberikan kepada siswanya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kepustakaan (library research) yaitu dengan mengambil beberapa referensi seperti jurnal, buku, dan literatur yang mendukung topik penelitian, serta literatur relevan lainnya. Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa kelupaan siswa merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal (diri siswa) seperti Disfungsi Minimal Otak (DMO) gejala pada anak yang menunjukkan adanya kesulitan belajar spesifik dan eksternal (pembelajaran guru) hambatan dalam belajar sebab pembelajaran kurang efektif dan menyenangkan. Fenomena ini bisa diminimalkan melalui penerapan strategi pembelajaran berbasis aktivasi memori dengan melibatkan perbedaan gaya belajar siswa melihat (visual), mendengar (audio), dan gerakan (kinestetik).
Partisipasi Masyarakat sebagai Faktor Utama Keberhasilan Kebijakan Pemerintah dalam Membentuk Karakter Anak Us’an Us’an; Jenjang Waldiono; Sriyono Sriyono
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.993

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam pendidikan nasional yang tujuannya membentuk manusia seutuhnya, beriman, berakhlak mulia, serta mampu berperan aktif dalam kehidupan sosial. Namun, berbagai fenomena penyimpangan perilaku anak menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta masyarakat dan kebijakan pemerintah sebagai faktor utama keberhasilan dalam pembentukan karakter anak. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik partisipasi masyarakat dan pemerintah dalam membentuk karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembentukan karakter anak merupakan tanggung jawab kolektif yang melibatkan orang tua, sekolah, masyarakat, dan juga kebijakan pemerintah. Partisipasi masyarakat berperan penting melalui keteladanan, pembiasaan nilai-nilai moral, penerapan norma sosial, serta keterlibatan program pendidikan berbasis komunitas. Sementara itu, pemerintah berfungsi sebagai regulator, fasilitator, pendamping, mitra, dan penyandang dana melalui kebijakan pendidikan, kurikulum, dan penciptaan iklim sosial yang kondusif. Sinergi antara partisipasi masyarakat dan kebijakan pemerintah terbukti menjadi faktor penentu dalam keberhasilan pendidikan karakter anak. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat perlu terus dioptimalkan guna membentuk generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berkarakter di tengah tantangan global.
TELAAH PEMIKIRAN QASIM AMIN TENTANG KESETARAAN PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN Us’an Us’an; Inayah Rohmaniyah; Jenjang Waldiono; Suroto Suroto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaum perempuan sering mengalami ketimpangan dalam menempuh pendidikan, banyak yang menganggap mereka lebih relevan berkutat dengan persoalan bagaimana mengatur rumah tangga. Anggapan seperti ini sangat keliru, sebab ada tanggung jawab yang diemban perempuan selain persoalan rumah tangga yaitu memberikan pendidikan dasar kepada anak mereka sebagai generasi bangsa. Selain ketimpangan soal pendidikan, kaum perempuan juga kerap menjadi korban diskriminasi dan kekerasan. Perempuan sering mengalami diskriminasi dan kekerasan seperti kekerasan fisik, seksual, psikologis, marginalisasi bahkan diskriminasi gender. Ketika para perempuan diposisikan seperti demikian, muncullah berbagai pergerakan feminisme yang mendukung agar perempuan tidak memiliki nasib yang parah. Salah satunya bernama Qasim Amin, ia adalah tokoh reformis dari Mesir yang menggelorakan semangat pembebasan kaum perempuan. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan mengambil beberapa referensi yang bersumber dari beberapa jurnal, buku, dan berbagai literatur yang mendukung topik penelitian ini. Data yang telah terkumpul kemudian diinterpretasi melalui diskusi di antara para penulis hingga sampai pada tujuan-tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Pendidikan yang layak bagi perempuan dituangkan oleh Qasim Amin dalam karyanya Tahrir al Mar’ah (Emansipasi Perempuan). Qasim Amin berpendapat pendidikan perempuan merupakan satu-satunya untuk membebaskan praktik pemarginalan dan subordinasi yang menyiksa mereka. Untuk itu Qasim Amin menyatakan pendidikan bagi perempuan sangat peting, sebab kecerdasan perempuan merupakan aset strategis bagi kemajuan bangsa.
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Keluarga sebagai Fondasi dalam Membentuk Karakter Anak Us’an, Us’an; Ade Sofyan; Jenjang Waldiono
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Januari - Maret 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v3i4.602

Abstract

Keluarga merupakan institusi pendidikan pertama dalam Islam yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Pendidikan dalam keluarga tidak hanya berfungsi sebagai sarana pewarisan keturunan, namun sebagai media internalisasi nilai-nilai keimanan, akhlak, dan moral Anak. Artikel ini bertujuan menganalisis peran keluarga dalam pendidikan karakter anak dalam sudut pandang Islam serta mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam yang dapat diinternalisasikan dalam kehidupan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) yaitu mengumpulkan berbagai literatur-literatur yang memiliki korelasi dengan nilai-nilai pendidikan Islam dalam kelurga seperti buku, jurnal, atau pembahasan yang relevan dengan pokok bahasan. Berdasarkan penelitian, dapat ditemukan bahwa pendidikan karakter anak dalam keluarga Islam dapat diimplementasikan melalui beberapa nilai utama, yaitu ketaatan kepada Allah dan orang tua, pemahaman halal dan haram, pengasuhan yang tidak permisif atau memanjakan anak secara berlebihan, penanaman sikap tabah dan sabar, serta pembiasaan nilai persaudaraan, toleransi, dan empati sosial. Oleh karena itu, orang tua berperan penting sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan pengarah dalam membentuk kepribadian anak agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.