Penelitian ini mengkaji jejak orientalisme dalam sejarah penjajahan dengan menyoroti peran produksi pengetahuan tentang Timur dalam mendukung kekuasaan kolonial. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana wacana orientalisme digunakan untuk melegitimasi dan mempertahankan praktik penjajahan. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah bagaimana orientalisme membentuk persepsi, kebijakan, dan representasi kolonial terhadap masyarakat Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis dan analisis wacana kritis terhadap sumber primer dan sekunder, seperti teks kolonial, catatan perjalanan, dan karya ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientalisme tidak hanya berfungsi sebagai tradisi akademik, tetapi juga sebagai kerangka ideologis yang mengonstruksi Timur sebagai inferior, statis, dan eksotis, sehingga membenarkan dominasi politik dan eksploitasi ekonomi. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa narasi orientalis tertanam kuat dalam institusi kolonial dan berkontribusi pada penghapusan pengetahuan lokal. Kesimpulannya, orientalisme merupakan bentuk kekuasaan epistemik yang berperan penting dalam membentuk sejarah penjajahan serta meninggalkan dampak jangka panjang terhadap cara pandang dan relasi kekuasaan pascakolonial
Copyrights © 2025