Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Agama dan Sains dalam Menghadapi Masalah Global Ika Ika; Hamdan Yasir; Muhamad Miftahudin
Nian Tana Sikka : Jurnal ilmiah Mahasiswa Vol. 2 No. 4 (2024): Nian Tana Sikka : Jurnal ilmiah Mahasiswa
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/niantanasikka.v2i4.441

Abstract

The increasing role of science and religion in human life challenges theoretical ideas that predict a decreasing impact of religion on recent societies. this relationship has led to ongoing debate about the correlation between science and religion. His research problem centers on understanding the current correlation between Islam and science. This research uses a qualitative descriptive research design, with a focus on library research and academic articles obtained from Google Scholar as the primary data source. These findings highlight the integral role of science and religion in human life, and emphasize the need for harmony. In general, science can be classified into 2, namely: natural sciences and humanities sciences. Both of these sciences are actually rooted in the Koran and Hadith. shows communicating the existence and attributes of Allah and everything that happens in the universe through his verses. The conclusion is that even though religious knowledge and science are not the same, this does not mean that the two things cannot be integrated, because both religious knowledge and science all come from Allah SWT.
JEJAK ORIENTALISME DALAM SEJARAH PENJAJAH Muhamad Miftahudin; Safiin Mansur
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji jejak orientalisme dalam sejarah penjajahan dengan menyoroti peran produksi pengetahuan tentang Timur dalam mendukung kekuasaan kolonial. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana wacana orientalisme digunakan untuk melegitimasi dan mempertahankan praktik penjajahan. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah bagaimana orientalisme membentuk persepsi, kebijakan, dan representasi kolonial terhadap masyarakat Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis dan analisis wacana kritis terhadap sumber primer dan sekunder, seperti teks kolonial, catatan perjalanan, dan karya ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientalisme tidak hanya berfungsi sebagai tradisi akademik, tetapi juga sebagai kerangka ideologis yang mengonstruksi Timur sebagai inferior, statis, dan eksotis, sehingga membenarkan dominasi politik dan eksploitasi ekonomi. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa narasi orientalis tertanam kuat dalam institusi kolonial dan berkontribusi pada penghapusan pengetahuan lokal. Kesimpulannya, orientalisme merupakan bentuk kekuasaan epistemik yang berperan penting dalam membentuk sejarah penjajahan serta meninggalkan dampak jangka panjang terhadap cara pandang dan relasi kekuasaan pascakolonial
TANTAWI JAWHARI DAN TAFSIR KONTEMPORER: INTEGRASI AL-QUR’AN, SAINS, DAN PERADABAN MODERN Muhamad Miftahudin; Muhammad Ilyas Alghifari; Makhzumi Makhzumi; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas corak penafsiran kontemporer Tantawi Jawhari yang dituangkan dalam karyanya yaitu kitab al-Jawāhir fī Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm sebagai representasi tafsir ilmiah yang berusaha mengintegrasikan antara wahyu dan ilmu pengetahuan modern. Dalam kitab tafsirnya, Tanthawi Jawhari menekankan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kitab petunjuk spiritual dan moral, melainkan juga sebagai sumber inspirasi untuk mengembangkan sains, teknologi, dan peradaban. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis, Artikrl ini menguraikan landasan epistemologis yang digunakan Tanthawi Jawhari, fokus perhatiannya pada ayat-ayat kauniyah, serta kontribusinya dalam membangun paradigma integratif antara agama dan ilmu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tafsir Jawhari relevan dalam menjawab tantangan modernitas, terutama dalam mengatasi dikotomi antara agama dan sains yang kerap muncul dalam wacana kontemporer. Melalui penafsirannya, Jawhari menegaskan pentingnya berpikir kritis, melakukan penelitian ilmiah, dan mengembangkan pengetahuan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, sehingga Al-Qur’an dapat dipahami bukan hanya sebagai teks normatif tetapi juga sebagai pedoman praktis untuk membangun peradaban. Dengan demikian, pemikiran tafsir Jawhari dapat dipandang sebagai upaya kreatif untuk menghidupkan kembali semangat ijtihad sekaligus menjembatani teks wahyu dengan realitas empiris umat manusia. Artikel ini menyimpulkan bahwa tafsir Tantawi Jawhari tidak hanya memperkaya khazanah tafsir kontemporer, tetapi juga memberikan tawaran metodologis yang relevan bagi umat Islam dalam membangun peradaban modern yang berbasis pada nilai-nilai keagamaan sekaligus terbuka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi