Penelitian ini mengkaji konsep sistem pendidikan Islam menurut Taqiyuddin An-Nabhani secara deskriptif-kritis melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka. Fokus penelitian diarahkan pada analisis prinsip, tujuan, dan relevansi pemikiran Nabhani terhadap konteks pendidikan nasional Indonesia. Nabhani menegaskan bahwa pendidikan Islam harus berlandaskan akidah sebagai asas, dengan tujuan membentuk kepribadian Islam (syakhsiyyah Islamiyyah) yang mengintegrasikan akal, ruh, dan amal. Pendidikan dipandang bukan sekadar sarana transfer ilmu, melainkan instrumen ideologis untuk membangun masyarakat Islam yang kaffah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Nabhani memiliki kekuatan pada pendekatan holistik yang menggabungkan aspek spiritual, moral, dan intelektual. Namun, secara konseptual, gagasannya masih bersifat ideologis dan kurang fleksibel terhadap dinamika sosial. Dalam konteks Indonesia yang plural dan berlandaskan Pancasila, konsep pendidikan Nabhani perlu ditafsirkan secara kontekstual agar sejalan dengan nilai kebangsaan dan moderasi beragama. Penelitian ini merekomendasikan reinterpretasi gagasan Nabhani melalui integrasi nilai-nilai tauhid, akhlak, dan ilmu pengetahuan dalam kurikulum modern. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat karakter spiritual dan moral peserta didik tanpa mengabaikan tuntutan globalisasi dan perkembangan teknologi pendidikan
Copyrights © 2025