Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KONSEP KEADILAN DALAM SISTEM PERBANKAN SYARIAH Akbar M. Sunusi; Askari Zakariah; Azhar Azhari Amin
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.6672

Abstract

Perbankan syariah merupakan sistem keuangan yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam, salah satunya adalah prinsip keadilan. Prinsip ini menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas perbankan syariah karena bertujuan menciptakan keseimbangan antara hak dan kewajiban bank dan nasabah, serta mencegah terjadinya praktik yang merugikan salah satu pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep keadilan dalam sistem perbankan syariah berdasarkan kajian literatur yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan mengkaji buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, serta regulasi yang berkaitan dengan perbankan syariah. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk memahami konsep keadilan dalam perspektif Islam dan penerapannya dalam praktik perbankan syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip keadilan dalam perbankan syariah diwujudkan melalui larangan riba, penerapan sistem bagi hasil, transparansi akad, serta pembagian risiko dan keuntungan secara proporsional. Selain itu, perbankan syariah juga memiliki peran sosial dalam mewujudkan keadilan sosial melalui pengelolaan dana sosial. Namun demikian, penerapan prinsip keadilan dalam praktik masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan literasi keuangan syariah dan praktik operasional yang belum sepenuhnya ideal. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperkuat implementasi prinsip keadilan agar perbankan syariah dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.
Konsep Sistem Pendidikan Islam Menurut An-Nabhani: Analisis Kritis Atas Pemikiran Taqiyuddin An-Nabhani Askari Zakariah; Muhammad Akbar; Azhar Azhari Amin; Muhammad Rival
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep sistem pendidikan Islam menurut Taqiyuddin An-Nabhani secara deskriptif-kritis melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka. Fokus penelitian diarahkan pada analisis prinsip, tujuan, dan relevansi pemikiran Nabhani terhadap konteks pendidikan nasional Indonesia. Nabhani menegaskan bahwa pendidikan Islam harus berlandaskan akidah sebagai asas, dengan tujuan membentuk kepribadian Islam (syakhsiyyah Islamiyyah) yang mengintegrasikan akal, ruh, dan amal. Pendidikan dipandang bukan sekadar sarana transfer ilmu, melainkan instrumen ideologis untuk membangun masyarakat Islam yang kaffah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Nabhani memiliki kekuatan pada pendekatan holistik yang menggabungkan aspek spiritual, moral, dan intelektual. Namun, secara konseptual, gagasannya masih bersifat ideologis dan kurang fleksibel terhadap dinamika sosial. Dalam konteks Indonesia yang plural dan berlandaskan Pancasila, konsep pendidikan Nabhani perlu ditafsirkan secara kontekstual agar sejalan dengan nilai kebangsaan dan moderasi beragama. Penelitian ini merekomendasikan reinterpretasi gagasan Nabhani melalui integrasi nilai-nilai tauhid, akhlak, dan ilmu pengetahuan dalam kurikulum modern. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat karakter spiritual dan moral peserta didik tanpa mengabaikan tuntutan globalisasi dan perkembangan teknologi pendidikan
Rekonstruksi Konsep Tarbiyah Islamiah Sebagai Pendidikan Transformasional: Kajian Pemikiran Hasan Al-Banna Muhammad Arifin Ilham; Askari zakariah; Azhar Azhari Amin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada upaya rekonstruksi konsep Tarbiyah Islamiyah yang digagas oleh Hasan al-Banna dalam perspektif pendidikan Islam transformasional pada era digital. Al-Banna menegaskan bahwa pendidikan sejati bukan sekadar penyampaian pengetahuan, melainkan proses pembentukan manusia secara utuh (insan kāmil) yang menyatukan unsur keimanan, akhlak, dan pengamalan sosial. Dalam konteks abad ke-21, pemikiran tersebut menjadi sangat relevan untuk menjawab tantangan globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan kemerosotan moral generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan mengkaji karya asli Hasan al-Banna seperti Majmū‘at al-Rasā’il dan Risālah Tarbiyah, serta berbagai sumber sekunder seperti buku dan jurnal ilmiah mutakhir yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan teori transformasional. Analisis dilakukan melalui metode analisis isi dan sintesis kritis guna menafsirkan serta mengontekstualisasikan gagasan al-Banna terhadap kebutuhan pendidikan masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Tarbiyah Islamiyah al-Banna terdiri dari tiga pilar utama yang sejalan dengan prinsip pendidikan transformasional, yakni: (1) penanaman iman dan pembentukan karakter sebagai fondasi moral-spiritual, (2) penguatan akal dan keterampilan melalui perpaduan antara ilmu agama dan ilmu modern, serta (3) dorongan untuk berkontribusi secara sosial dan membawa perubahan di lingkungan masyarakat. Rekonstruksi konsep ini menegaskan bahwa pendidikan Islam harus bersifat menyeluruh, adaptif, serta berlandaskan nilai, dengan memadukan teknologi, pembelajaran aktif, dan evaluasi berbasis karakter serta kontribusi sosial. Dengan demikian, Tarbiyah Islamiyah ala Hasan al-Banna dapat menjadi paradigma pendidikan Islam yang progresif, relevan, dan mampu melahirkan generasi beriman, cerdas, serta berdaya guna di era digital.
ANALISIS TAFSIR ALQUR’AN TENTANG KONSEP KESEIMBANGAN HIDUP Aldy Ansyah; Askari Zakariah; Azhar Azhari Amin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam mengandung prinsip-prinsip fundamental yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, salah satunya adalah konsep keseimbangan hidup. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep keseimbangan hidup dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu‘i). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan keseimbangan hidup, sementara data sekunder berasal dari kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menegaskan pentingnya keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat, antara hak dan kewajiban, antara aspek spiritual dan sosial, serta antara manusia dan alam. Konsep keseimbangan ini mencerminkan ajaran Islam yang bersifat moderat (wasathiyyah) dan menolak sikap ekstrem dalam menjalani kehidupan. Dengan demikian, nilai-nilai keseimbangan hidup dalam Al-Qur’an memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab tantangan kehidupan modern serta menjadi landasan dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis, adil, dan berkelanjutan.