Keluarga merupakan arena utama pembentukan religiusitas sekaligus penentu penting kesejahteraan psikologis individu. Namun, pemahaman religiusitas dalam keluarga kerap dilekatkan pada pola relasi patriarkis yang berpotensi menimbulkan ketimpangan gender dan tekanan psikologis. Artikel ini bertujuan menganalisis relasi antara keluarga, religiusitas, dan kesejahteraan psikologis melalui konsep kesetaraan gender dalam pemikiran Amina Wadud. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan terhadap karya-karya Amina Wadud dan literatur terkait psikologi keluarga. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Wadud menegaskan religiusitas keluarga yang berlandaskan nilai tauhid, keadilan, dan kemanusiaan, dengan menempatkan laki-laki dan perempuan setara dalam hak, peran, dan tanggung jawab. Relasi keluarga yang egaliter, berbasis musyawarah dan tanggung jawab bersama, berkontribusi pada terciptanya iklim emosional yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan psikologis seluruh anggota keluarga. Dengan demikian, religiusitas keluarga yang berkeadilan gender berfungsi sebagai sumber daya psikologis yang memperkuat ketahanan keluarga.
Copyrights © 2025