Jurnal ini membahas rekonstruksi historis-teologis proses turunnya wahyu Alqur'an serta penguatannya terhadap otoritas dan autentisitas Alqur'an sebagai sumber utama ajaran Islam. Pembahasan diawali dengan penelusuran konteks sejarah pewahyuan Alqur'an yang berlangsung secara bertahap selama kurang lebih dua puluh tiga tahun, melibatkan interaksi antara wahyu Ilahi dan realitas sosial masyarakat Arab pada masa Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya, makalah ini mengkaji dimensi teologis wahyu, khususnya keyakinan bahwa Alqur'an bersumber langsung dari Allah SWT dan disampaikan melalui perantaraan Malaikat Jibril tanpa campur tangan manusia dalam substansi pesan Ilahi. Rekonstruksi historis-teologis ini menunjukkan bahwa proses turunnya wahyu tidak mengurangi keotentikan Alqur'an, melainkan justru memperkuat otoritasnya sebagai kalamullah yang terjaga. Implikasi dari kajian ini menegaskan bahwa otoritas Alqur’an bersifat transenden sekaligus kontekstual, sementara autentisitasnya terjamin melalui mekanisme hafalan, pencatatan, dan transmisi yang ketat sejak masa kenabian hingga kodifikasi mushaf. Dengan demikian, Alqur'an tetap memiliki legitimasi teologis dan historis yang kokoh sebagai pedoman hidup umat Islam sepanjang zaman.
Copyrights © 2026