Penelitian ini menganalisis konsep kerasulan dalam Al-Qur’an dari perspektif ilmu komunikasi dengan merujuk pada Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif; data berasal dari literatur tafsir (khususnya Al-Mishbah) dan kajian komunikasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerasulan berwujud sebagai model komunikasi yang menggabungkan dimensi normatif dan praktis: (1) Rasul berperan sebagai mediator pesan Ilahi (mubashshir, nadzir, teladan), (2) strategi komunikasi meliputi tabsyīr–indzār (keseimbangan motivasi dan peringatan), hiwār (dialogis, empatik, argumentatif), dan amtsāl (perumpamaan untuk memudahkan pemahaman), serta (3) penekanan pada ḥikmah dan mau‘izhah ḥasanah sebagai prinsip etis yang dapat diadaptasi dalam dakwah digital. Implikasi kajian ini menegaskan bahwa nilai-nilai kenabian dapat dijadikan landasan normatif dan praktis bagi strategi dakwah modern mendorong praktik yang humanis, dialogis, dan kontekstual serta membuka ruang bagi integrasi teori komunikasi kontemporer dalam studi tafsir dan praktik penyiaran agama.
Copyrights © 2026