Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Kerasulan Dalam Al-Qur'an Perspektif Ilmu Komunikasi Studi Tafsir Al Misbah Febi Yushari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep kerasulan dalam Al-Qur’an dari perspektif ilmu komunikasi dengan merujuk pada Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif; data berasal dari literatur tafsir (khususnya Al-Mishbah) dan kajian komunikasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerasulan berwujud sebagai model komunikasi yang menggabungkan dimensi normatif dan praktis: (1) Rasul berperan sebagai mediator pesan Ilahi (mubashshir, nadzir, teladan), (2) strategi komunikasi meliputi tabsyīr–indzār (keseimbangan motivasi dan peringatan), hiwār (dialogis, empatik, argumentatif), dan amtsāl (perumpamaan untuk memudahkan pemahaman), serta (3) penekanan pada ḥikmah dan mau‘izhah ḥasanah sebagai prinsip etis yang dapat diadaptasi dalam dakwah digital. Implikasi kajian ini menegaskan bahwa nilai-nilai kenabian dapat dijadikan landasan normatif dan praktis bagi strategi dakwah modern mendorong praktik yang humanis, dialogis, dan kontekstual serta membuka ruang bagi integrasi teori komunikasi kontemporer dalam studi tafsir dan praktik penyiaran agama.
KONSEP KERASULAN DALAM AL-QUR'AN PERSPEKTIF ILMU KOMUNIKASI STUDI TAFSIR AL MISBAH Febi Yushari; Muhammad Syahrial Razali Ibrahim
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep kerasulan dalam Al-Qur’an dari perspektif ilmu komunikasi dengan merujuk pada Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Tujuan kajian adalah menelaah bagaimana fungsi, strategi, dan etika komunikasi kenabian dapat dipahami sebagai model komunikasi transendental yang relevan untuk praktik dakwah kontemporer, khususnya dalam konteks media dan masyarakat modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif; data berasal dari literatur tafsir (khususnya Al-Mishbah) dan kajian komunikasi yang relevan, kemudian dianalisis secara tematik. Temuan utama menunjukkan bahwa kerasulan berwujud sebagai model komunikasi yang menggabungkan dimensi normatif dan praktis: (1) Rasul berperan sebagai mediator pesan Ilahi (mubashshir, nadzir, teladan), (2) strategi komunikasi meliputi tabsyīr–indzār (keseimbangan motivasi dan peringatan), hiwār (dialogis, empatik, argumentatif), dan amtsāl (perumpamaan untuk memudahkan pemahaman), serta (3) penekanan pada ḥikmah dan mau‘izhah ḥasanah sebagai prinsip etis yang dapat diadaptasi dalam dakwah digital. Implikasi kajian ini menegaskan bahwa nilai-nilai kenabian dapat dijadikan landasan normatif dan praktis bagi strategi dakwah modern mendorong praktik yang humanis, dialogis, dan kontekstual serta membuka ruang bagi integrasi teori komunikasi kontemporer dalam studi tafsir dan praktik penyiaran agama
Dari Empati Online ke Aksi Nyata: Peran Media Sosial Dalam Menggerakkan Solidaritas Korban Bencana Alam di Sumatera Febi Yushari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran media sosial dalam mewujudkan empati digital menjadi aksi nyata solidaritas sosial pada kasus bencana banjir di Sumatera. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan yang diperkaya studi kasus digital terhadap respons masyarakat di media sosial. Analisis dilakukan menggunakan Social Change Theory untuk memahami proses perubahan dari kesadaran, empati, hingga tindakan kolektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam membangun kesadaran kolektif, memobilisasi sumber daya, serta mendorong kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan lembaga, sehingga empati daring dapat bertransformasi menjadi aksi kemanusiaan yang konkret.