Penggunaan sepeda listrik di Indonesia menunjukkan tren peningkatan, namun adopsi di beberapa daerah, termasuk Matang Glumpang Dua, Kabupaten Bireuen, masih relatif rendah. Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh persepsi risiko, persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi kegunaan terhadap niat pembelian sepeda listrik. Metode kuantitatif digunakan dengan mendistribusikan kuesioner kepada 108 responden yang menyatakan niat untuk membeli sepeda listrik. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi risiko, persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi kegunaan masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa terlepas dari kekhawatiran yang dirasakan, individu terus menunjukkan minat untuk membeli ketika sepeda listrik dianggap mudah dioperasikan dan bermanfaat untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Oleh karena itu, meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap kemudahan penggunaan dan kegunaan produk dapat mendukung pertumbuhan adopsi sepeda listrik di wilayah tersebut
Copyrights © 2026