Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan paradigma baru dalam teori pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang relevan dengan dinamika era Society 5.0 melalui konsep spiritualitas digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, PAI dihadapkan pada tantangan demanusiawasi dan desakralisasi nilai-nilai agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologis dengan metode studi kepustakaan dan analisis tren pendidikan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI telah mengalami pergeseran dari transmisi pengetahuan konvensional menuju ekosistem spiritualitas digital, di mana teknologi tidak hanya diposisikan sebagai alat bantu kognitif, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai-nilai transendental. Temuan utama merumuskan model "Teori Belajar Transendental-Digital" yang mengintegrasikan prinsip konektivisme dengan konsep tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Model ini menekankan bahwa meskipun kecerdasan buatan dan algoritma mampu mempersonalisasi materi keagamaan, peran pendidik sebagai muaddib (pembimbing adab) tetap menjadi pilar utama dalam menjaga orisinalitas nilai spiritual di ruang virtual. Implikasi dari penelitian ini menuntut adanya restrukturisasi kurikulum PAI yang berbasis pada literasi digital kritis dan etika siber guna membentuk profil digital citizenship yang berkarakter islami. Paradigma baru ini menyatukan efisiensi teknologi Society 5.0 dengan kedalaman hikmah Islam untuk menjawab krisis spiritualitas di era modern.
Copyrights © 2026