Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KREATIFITAS GURU SERTIFIKASI PENDIDKAN AGAMA ISLAM DALAM PENERAPKAN PENEDEKATAN DEEP LEARNING DI MI DARUNNASYIIN KECAMATAN KUBU KAB. KUBU RAYA M. Thohir A; Muhammad Amin Fatih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru tersertifikasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui inovasi pedagogis. Di tengah arus digitalisasi, pendekatan Deep Learning (pembelajaran mendalam) menjadi relevan untuk memastikan siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi memahami makna dan nilai-nilai agama secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Bentuk kreativitas guru PAI sertifikasi dalam merancang pembelajaran Deep Learning, Pelaksanaan pendekatan Deep Learning di kelas, dan Faktor pendukung serta penghambat kreativitas guru di MI Darunnasyiin. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru PAI sertifikasi dan Kepala Madrasah, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas guru sertifikasi di MI Darunnasyiin dalam pendekatan Deep Learning terwujud melalui Inovasi Modul Ajar yang menghubungkan teks keagamaan dengan realitas sosial siswa, Penggunaan Strategi Dialogis yang memancing berpikir kritis (HOTS), serta Pemanfaatan Media Lokal sebagai alat peraga pembelajaran. Faktor pendukung utama adalah tunjangan profesi yang digunakan untuk pengembangan kompetensi mandiri, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi di wilayah Kecamatan Kubu dan keberagaman latar belakang kemampuan awal siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sertifikasi guru berkontribusi positif terhadap motivasi guru dalam mengeksplorasi pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa.  
Integrasi Teknologi Digital dan Nilai Spiritual dalam Model Pembelajaran PAI Abad ke-21 Syaiful Syaiful; Muhammad Amin Fatih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Di sisi lain, pembelajaran PAI memiliki tanggung jawab strategis dalam menanamkan nilai-nilai spiritual dan pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis integrasi teknologi digital dan nilai spiritual dalam model pembelajaran PAI abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran PAI mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik, namun efektivitasnya sangat bergantung pada peran guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual secara reflektif dan kontekstual. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa belum terdapat model pembelajaran PAI yang terstruktur secara sistematis dalam menggabungkan aspek digital dan spiritual. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran PAI yang adaptif terhadap kemajuan teknologi tanpa mengabaikan esensi nilai-nilai keislaman, serta menjadi rujukan bagi praktisi dan pengambil kebijakan pendidikan Islam di era digital.  
PARADIGMA BARU TEORI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS SPIRITUALITAS DIGITAL DI ERA SOCIETY 5.0 Abdullah Abdullah; Muhammad Amin Fatih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan paradigma baru dalam teori pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang relevan dengan dinamika era Society 5.0 melalui konsep spiritualitas digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, PAI dihadapkan pada tantangan demanusiawasi dan desakralisasi nilai-nilai agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologis dengan metode studi kepustakaan dan analisis tren pendidikan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI telah mengalami pergeseran dari transmisi pengetahuan konvensional menuju ekosistem spiritualitas digital, di mana teknologi tidak hanya diposisikan sebagai alat bantu kognitif, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai-nilai transendental. Temuan utama merumuskan model "Teori Belajar Transendental-Digital" yang mengintegrasikan prinsip konektivisme dengan konsep tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Model ini menekankan bahwa meskipun kecerdasan buatan dan algoritma mampu mempersonalisasi materi keagamaan, peran pendidik sebagai muaddib (pembimbing adab) tetap menjadi pilar utama dalam menjaga orisinalitas nilai spiritual di ruang virtual. Implikasi dari penelitian ini menuntut adanya restrukturisasi kurikulum PAI yang berbasis pada literasi digital kritis dan etika siber guna membentuk profil digital citizenship yang berkarakter islami. Paradigma baru ini menyatukan efisiensi teknologi Society 5.0 dengan kedalaman hikmah Islam untuk menjawab krisis spiritualitas di era modern.
Model Pembelajaran PAI Berbasis Meaning-Centered Learning sebagai Alternatif Pendekatan Kognitif di Sekolah Al Iman Terpadu Kabupaten Sintang Puji Wismaningrum; Muhammad Amin Fatih
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang selama ini dominan pada pendekatan kognitif cenderung memusatkan pada hafalan dan transfer informasi. Hal ini sering mengabaikan dimensi makna dan pengalaman spiritual siswa sebagai agen pembelajaran. Di era globalisasi, tantangan pendidikan menghadapi kebutuhan pembentukan karakter, makna, dan pemahaman yang mendalam daripada sekadar pengetahuan faktual. Penelitian ini mengusulkan Meaning-Centered Learning (MCL) sebagai alternatif pendekatan dalam pembelajaran PAI di Sekolah Al Iman Terpadu Kabupaten Sintang. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman, refleksi spiritual, serta keterlibatan aktif siswa dalam belajar PAI sehingga menghasilkan pembelajaran yang holistik, kontekstual, dan bermakna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa. Temuan menunjukkan bahwa implementasi MCL mampu meningkatkan pemahaman konsep PAI secara mendalam, motivasi belajar, serta keterkaitan nilai-nilai agama dengan pengalaman hidup siswa. Rekomendasi disampaikan sebagai acuan pengembangan kurikulum PAI di konteks pendidikan terpadu di Indonesia.
Model Pembelajaran PAI Neuro-Spiritual Untuk Penguatan Karakter Dan Nalar Keislaman Peserta Didik Di Mts Al-Ma’arif Rasau Jaya Rahmad Budi Kusuma; Muhammad Amin Fatih
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat madrasah tsanawiyah masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan penguatan karakter dan nalar keislaman peserta didik secara holistik. Pembelajaran yang cenderung berorientasi kognitif belum sepenuhnya mampu menyentuh dimensi spiritual dan proses internal pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam implementasi Model Pembelajaran PAI Neuro-Spiritual dalam penguatan karakter dan nalar keislaman peserta didik di MTs Al-Ma’arif Rasau Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru PAI dan peserta didik, serta analisis dokumentasi pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran PAI neuro-spiritual mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan spiritual peserta didik melalui aktivitas reflektif, pemaknaan nilai, dan penguatan kesadaran religius. Model ini berkontribusi positif terhadap penguatan karakter religius, sikap moral, serta kemampuan berpikir keislaman peserta didik secara lebih mendalam dan kontekstual. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model pembelajaran PAI berbasis integrasi neurosains dan spiritualitas, serta implikasi praktis bagi guru PAI dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna dan transformatif di madrasah.
MODEL PEMBELAJARAN PAI REFLEKTIF-TRANSFORMATIF BERBASIS AI DI MI NURUL HUDA KECAMATAN BULELENG PROVINSI BALI Intan Balqis Hurairah; Muhammad Amin Fatih
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi salah satu inovasi penting untuk meningkatkan keterlibatan belajar dan pemaknaan nilai-nilai keagamaan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran PAI reflektif-transformatif berbasis AI di MI Nurul Huda, Kecamatan Buleleng, Provinsi Bali serta dampaknya terhadap proses dan pengalaman belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan guru dan siswa, observasi kegiatan pembelajaran, serta dokumentasi perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI membantu guru dalam menyajikan materi PAI secara lebih interaktif dan personal serta mendorong siswa untuk melakukan refleksi terhadap nilai-nilai keislaman yang dipelajari. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual, relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan berdampak pada perubahan sikap religius siswa. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi guru PAI dalam merancang pembelajaran berbasis teknologi yang tetap menekankan pembentukan karakter, spiritualitas, dan transformasi perilaku siswa di madrasah ibtidaiyah.  
PENDEKATAN TEORI BEHAVIORISTIK DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI RELIGIUS: ANALISIS PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAQ DI PONDOK PESANTREN AL-MUBAROK LANBULAN Kholis Kholis; Muhammad Amin Fatih
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan teori behavioristik dalam pembelajaran Akidah Akhlak di Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan untuk membentuk karakter santri. Tujuannya adalah mendeskripsikan teknik penanaman nilai religius dan bentuk penguatan (reinforcement) yang digunakan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan, peneliti mengumpulkan data melalui observasi langsung dan wawancara bersama staf pengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren menerapkan pola Stimulus-Respon melalui empat cara: keteladanan guru, pembiasaan harian, pemberian pujian atau hadiah, serta sanksi (Ta’dzir) edukatif yang bertahap. Temuan ini membuktikan bahwa kedisiplinan yang konsisten mampu mengubah kepatuhan santri menjadi kesadaran batin dan kebiasaan religius yang otomatis.
INTEGRASI TEORI BEHAVIORISTIK DAN KOGNITIF DALAM PENGAJARAN PAI: ANALISIS EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN N. Zidni; Muhammad Amin Fatih
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya keterlibatan peserta didik, dominasi pembelajaran hafalan, serta belum optimalnya internalisasi nilai-nilai keislaman secara bermakna. Salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut adalah melalui penerapan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan teori behavioristik dan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi teori behavioristik dan kognitif dalam pembelajaran PAI ditinjau dari aspek prestasi akademik, motivasi belajar, dan keterlibatan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen kuasi yang dipadukan dengan analisis kualitatif pendukung. Subjek penelitian melibatkan peserta didik tingkat sekolah menengah pertama yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, angket motivasi belajar, observasi keterlibatan siswa, dan wawancara dengan guru PAI. Data dianalisis menggunakan uji statistik inferensial serta analisis deskriptif-kualitatif untuk memperkuat interpretasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI dengan model integratif behavioristik dan kognitif secara signifikan lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional. Integrasi kedua teori tersebut terbukti mampu meningkatkan prestasi belajar, memperkuat motivasi belajar, serta mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Pendekatan behavioristik berkontribusi dalam pembentukan kebiasaan dan kedisiplinan belajar, sedangkan pendekatan kognitif memperkuat pemahaman konseptual dan internalisasi nilai-nilai ajaran Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teori behavioristik dan kognitif merupakan pendekatan pembelajaran yang relevan dan efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI secara holistik. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan model pembelajaran PAI yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada penguatan karakter serta pemahaman keagamaan peserta didik.
PENGEMBANGAN TEORI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS NILAI KEPESANTRENAN DI MA AL MUBAROK DESA BATORASANG TAMBELANGAN SAMPANG MADURA M. Syukur; Muhammad Amin Fatih
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teori pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis nilai kepesantrenan di MA Al Mubarok Desa Batorasang Tambelangan Kabupaten Sampang Madura. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan akan model dan teori pembelajaran PAI yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kognitif, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilai religius dan karakter peserta didik secara holistik melalui pendekatan yang kontekstual dan berakar pada tradisi pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain pengembangan teori (theory building) berbasis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dengan informan utama meliputi kepala madrasah, guru PAI, dan peserta didik. Analisis data dilakukan secara induktif menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI di MA Al Mubarok secara empiris telah mengintegrasikan nilai-nilai kepesantrenan seperti keikhlasan, keteladanan, kedisiplinan ibadah, tawadhu’, dan ukhuwah Islamiyah melalui strategi pedagogis yang sistematis dan berkelanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengonstruksi teori pembelajaran PAI berbasis nilai kepesantrenan yang berlandaskan pada prinsip spiritualisasi pembelajaran, integrasi adab dan ilmu, keteladanan guru, habituasi nilai religius, serta kontekstualisasi budaya lokal. Teori ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan ilmu Pendidikan Agama Islam serta implikasi praktis bagi penguatan pembelajaran PAI di madrasah berbasis pesantren.  
PENGUATAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA GLOBAL Lailatul Ummah; Muhammad Amin Fatih
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi yang kian kompleks menuntut peningkatan moral dan intelektual manusia. Dalam hal ini, pendidikan memainkan peran krusial dalam membentuk generasi yang pintar dan mulia. Pendidikan Agama Islam(PAI) berfungsi sebagai dasar moral serta sumbernya kekuatan yang mampu menghasilkan dampak positif bagi pembentukan karakter generasi indonesia. Studi yang dilakukan dapat mengeksplorasi peran pendidikan agama Islam untuk penguatan karakter generasi muda pada tengah kemajuan teknologi modern.. Dengan mengaplikasikan pendekatan kualitatif, metode studi pustakaan yang merujuk pada buku, jurnal penelitian, serta artikel ilmiah, penelitian ini menyimpulkan bahwa Pembentukan kepribadian melalui nilai-nilai pendidikan agama Islam erat kaitannya dengan pencapaian pendidikan nasional, nilai nilai moralitas, serta dasar dasra keyakinan dan nilai-nilai budaya lokal. Implementasinya Pengungatan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam di Era Global mencakup pengajaran nilai, keteladanan, pembiasaan, hingga penerapan sanksi yang bertujuan untuk membangun karakter siswa sesuai nilai-nilai keislaman.