Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi pengolahan hasil panen padi melalui perancangan dan pembuatan alat penggiling padi sederhana bagi masyarakat Desa Binaan Baru, Kabupaten Barito Kuala. Sebagian besar petani di wilayah tersebut masih menggunakan metode penggilingan tradisional atau harus menyewa mesin penggiling dari desa lain, yang berdampak pada tingginya biaya operasional, lamanya waktu tunggu, serta kualitas beras yang kurang optimal. Kondisi ini menjadi kendala dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan, yaitu survei lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan mitra, perancangan mekanis alat penggiling padi yang disesuaikan dengan kondisi lokal, pembuatan dan perakitan prototipe, pelatihan pengoperasian dan perawatan alat, serta evaluasi teknis dan sosial-ekonomi. Alat penggiling padi dirancang menggunakan motor bensin berdaya 5–7,5 HP dengan rangka baja ringan dan silinder penggiling berbahan besi cor agar memiliki daya tahan tinggi serta mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa prototipe alat penggiling padi mampu beroperasi dengan baik dan memiliki kapasitas produksi sekitar 170–200 kg per jam. Penggunaan alat ini dapat mempercepat proses penggilingan, menghasilkan beras yang lebih bersih dan seragam, serta menurunkan biaya pengolahan dibandingkan metode sebelumnya. Selain manfaat teknis, program ini juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan, yaitu meningkatnya kemandirian masyarakat desa, berkurangnya ketergantungan terhadap pihak luar, serta terbukanya peluang usaha jasa penggilingan padi di tingkat lokal. Dengan demikian, program pengabdian ini berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna dan mendukung peningkatan kesejahteraan petani pedesaan.
Copyrights © 2025