Keberagaman karakteristik peserta didik menuntut penerapan strategi pembelajaran yang adaptif dan berpusat pada peserta didik . Pembelajaran berdiferensiasi yang dipadukan dengan model Problem Based Learning (PBL) dipandang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar peserta didik , khususnya pada materi IPA yang bersifat kompleks seperti sistem pencernaan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi terhadap hasil belajar kognitif peserta didik kelas VIII SMP pada materi sistem pencernaan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe pretest–posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan PBL berdiferensiasi dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pretest dan posttest serta angket minat dan bakat. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol (p < 0,05). Rata-rata nilai posttest peserta didik pada kelas eksperimen sebesar 86,00 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 60,67. Penerapan model Problem Based Learning yang dipadukan dengan pembelajaran berdiferensiasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik pada materi sistem pencernaan manusia
Copyrights © 2025