Stunting merupakan salah satu masalah serius yang menghambat pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Kuala Sempang, Kabupaten Bintan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga pada produktivitas ekonomi dan kualitas generasi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pembangunan ekonomi, pendidikan gizi, dan peran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting di Kuala Sempang. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, melalui wawancara terhadap kader posyandu, ibu balita, dan perangkat desa. Data dikumpulkan dengan observasi lapangan serta dokumentasi kegiatan Rembug Aksi Percepatan Penurunan Stunting 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap gizi anak meningkat setelah dilaksanakan edukasi partisipatif dan penyuluhan gizi. Peningkatan ekonomi keluarga juga terbukti berpengaruh terhadap kemampuan rumah tangga dalam menyediakan pangan bergizi. Dapat disimpulkan bahwa sinergi antara pembangunan ekonomi lokal, peningkatan pendidikan gizi ibu, dan dukungan pemerintah desa merupakan strategi efektif untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayah pesisir.
Copyrights © 2026