Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan di Klinik Pertamina IHC Sinabung (Divisi Medis) Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh pada Klinik Pertamina IHC Sinabung dengan jumlah responden sebanyak 68 karyawan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Metode analisis data yang digunakan meliputi uji regresi linier sederhana dan berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji t parsial, serta uji F simultan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan Klinik Pertamina IHC Sinabung, yang dibuktikan melalui persamaan regresi linier sederhana Y = 4,369 + 0,895X1. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,785 (kuat) dengan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 61,8%. Nilai t hitung sebesar 4,136 lebih besar dari t tabel 1,997 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Budaya organisasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Klinik Pertamina IHC Sinabung, yang dibuktikan melalui persamaan regresi linier sederhana Y = 3,572 + 0,922X2. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,786 (kuat) dengan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 61,6%. Nilai t hitung sebesar 4,186 lebih besar dari t tabel 1,997 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Secara simultan, pelatihan dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan di Klinik Pertamina IHC Sinabung, yang dibuktikan melalui persamaan regresi linier berganda Y = 2,757 + 0,503X1 + 0,524X2. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,835 (sangat kuat) dengan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 69,7%. Nilai F hitung sebesar 74,867 lebih besar dari F tabel 3,097 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05.
Copyrights © 2025