Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan pembangunan terhadap pola keanekaragaman tanaman buah serta memberikan gambaran ilmiah mengenai kondisi aktual biodiversitas tanaman buah pada dua tipe lanskap yang berbeda, yaitu lanskap pedesaan (Desa Taji, Kecamatan Juwiring) dan lanskap perkotaan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara semi-terstruktur dan pengamatan langsung keberadaan jenis tanaman buah di pekarangan rumah. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman tanaman buah di pedesaan lebih tinggi daripada di perkotaan. Pepaya (Carica papaya L.) memiliki nilai RCF tertinggi (0,5365), menandakan tanaman ini sangat didukung oleh kondisi ekosistem dan budaya masyarakat Klaten. Sementara itu, pisang (Musa paradisiaca) mencatatkan nilai UV tertinggi (0,3658) karena memiliki multifungsi sebagai bahan pangan, obat tradisional, bahan upacara adat, dan peneduh pekarangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa konversi lahan dan perubahan gaya hidup perkotaan cenderung menurunkan keanekaragaman tanaman buah lokal.
Copyrights © 2026