Penelitian ini bertujuan menelaah makna perlawanan dalam puisi Sajak Matahari karya W.S. Rendra melalui pendekatan semiotika. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan fokus pada analisis tanda, simbol, dan citra puitik yang membentuk pesan ideologis penyair. Data dianalisis dengan mengidentifikasi sistem penanda yang terkait dengan figur rakyat kecil, perempuan miskin, matahari, elemen alam, serta elemen budaya dan historis, kemudian menafsirkan hubungan antara tanda dan petandanya dalam konteks sosial-politik yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol tersebut merepresentasikan perlawanan terhadap ketidakadilan struktural, mengekspresikan kritik sosial, dan menyoroti kesadaran politik penyair. Puisi ini tidak hanya menampilkan keindahan bahasa dan estetika puitik, tetapi juga mengandung refleksi sosial, nilai kemanusiaan, serta dorongan untuk perubahan moral dan kolektif. Temuan ini menegaskan bahwa puisi dapat menjadi medium efektif dalam menyampaikan pesan ideologis dan perlawanan sosial secara simbolik, di mana pengalaman konkret masyarakat tertindas dipadukan dengan simbol yang sarat makna. Penelitian ini sekaligus menunjukkan bahwa analisis semiotik mampu mengungkap lapisan makna tersembunyi yang memperkaya pemahaman pembaca tentang kritik sosial yang dibawa Rendra melalui puisinya.
Copyrights © 2026