Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk konflik sosial yang terdapat dalam puisi “Mata Luka Sengkon Karta” karya Peri Sandi Huizche dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Puisi tersebut merepresentasikan realitas ketidakadilan dan penindasan terhadap rakyat kecil pada masa Orde Baru, yang digambarkan melalui sosok Sengkon sebagai simbol penderitaan masyarakat marjinal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pembacaan dan pencatatan terhadap teks puisi sebagai sumber data utama. Analisis dilakukan menggunakan dua pendekatan yang dikemukakan Ian Watt, yaitu sastra sebagai cerminan masyarakat serta sosiologi pembaca dan pengaruh sosial karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini mencerminkan kondisi sosial yang penuh kekerasan struktural, penyalahgunaan kekuasaan, dan ketimpangan hukum. Berbagai bait dalam puisi tersebut menghadirkan simbol dan metafora yang menggambarkan kekejaman sosial, jeritan batin rakyat kecil, serta kritik terhadap sistem hukum yang tidak berpihak kepada keadilan. Melalui pembacaan sosiologis, puisi ini berfungsi sebagai media kritik sosial yang menggugah kesadaran pembaca mengenai pentingnya keadilan dan nilai kemanusiaan.
Copyrights © 2026