Permasalahan kesehatan remaja di sekolah sering terlambat terdeteksi karena keterbatasan literasi kesehatan, rendahnya pemanfaatan UKS, serta belum optimalnya sistem rujukan internal sekolah ke UKS maupun layanan kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas siswa sebagai peer educator untuk mendukung manajemen program kesehatan remaja dan memperkuat mekanisme rujukan UKS di (nama sekolah), (kota/kabupaten). Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu (1) persiapan: koordinasi dengan pihak sekolah dan UKS, pemetaan kebutuhan, serta penyusunan modul; (2) pelaksanaan: pelatihan peer educator menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi kasus, simulasi konseling sebaya, serta praktik alur rujukan UKS; dan (3) pendampingan dan evaluasi: monitoring pelaksanaan edukasi sebaya, penguatan pencatatan sederhana UKS, serta evaluasi hasil. Sasaran kegiatan adalah (jumlah) siswa perwakilan kelas/OSIS/PMR sebagai peer educator, guru pembina UKS, dan petugas UKS. Evaluasi dilakukan dengan pretest–posttest pengetahuan, penilaian keterampilan melalui observasi simulasi (komunikasi, identifikasi masalah, dan rujukan), serta pemantauan output program (jumlah sesi edukasi sebaya, jumlah konsultasi ke UKS, dan ketepatan rujukan). Hasil yang diharapkan adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan peer educator, meningkatnya akses remaja terhadap layanan UKS, serta terbentuknya alur rujukan yang jelas dan terdokumentasi. Program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan siswa untuk memperkuat pelayanan UKS dan keberlanjutan program kesehatan remaja di sekolah
Copyrights © 2026