Revolusi Industri 4.0 membawa disrupsi fundamental dalam segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan agama Islam (PAI). Artikel ini bertujuan untuk memetakan tantangan utama yang dihadapi PAI dalam merespons disrupsi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 32 artikel jurnal terindeks Scopus, Web of Science, Sinta 1, dan Sinta 2 pada periode 2020-2025. Hasil analisis mengidentifikasi empat kluster tantangan utama: (1) paradigma dan kurikulum yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan nilai-nilai dan kompetensi 4.0; (2) kesenjangan digital dan literasi teknologi di kalangan pendidik; (3) degradasi karakter dan krisis moral di ruang digital; serta (4) resistensi epistemologis terhadap integrasi sains dan teknologi. Temuan menunjukkan respons PAI masih didominasi oleh pendekatan defensif dan adaptif minim, ketimbang transformatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan rekonstruksi paradigma PAI yang kontekstual, integratif, dan berorientasi pada penguatan karakter digital (akhlak digital) untuk membentuk insan yang religius dan unggul di era disrupsi.
Copyrights © 2026