Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi siswa SMA Labschool Cibubur terhadap pengaruh latihan treadmill terhadap daya tahan tubuh melalui pendekatan kualitatif. Sebanyak 34 siswa berpartisipasi dengan mengisi kuesioner daring yang mengeksplorasi karakteristik responden, kebiasaan olahraga, pola penggunaan treadmill, motivasi, hambatan, serta persepsi manfaat kebugaran dan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah laki-laki (73,5%) berusia 15–18 tahun, dengan dominasi kelas X (67,6%). Frekuensi olahraga umum adalah 2 kali/minggu (38,2%) dengan durasi 30–60 menit/sesi (44,1%), sedangkan penggunaan treadmill didominasi 1–2 kali/minggu (78,5%) dengan durasi <30 menit/sesi. Motivasi utama berolahraga treadmill adalah menurunkan berat badan dan meningkatkan daya tahan tubuh, sementara hambatan utama meliputi kurang waktu, kebosanan, dan keterbatasan alat. Persepsi siswa terhadap manfaat treadmill sangat positif, terutama dalam peningkatan daya tahan tubuh, rasa percaya diri, konsentrasi belajar, dan pola hidup sehat, dengan nilai rata-rata persepsi sekitar 4 dari skala 5. Lebih dari 50% siswa juga rutin melakukan pengukuran kebugaran secara mandiri. Temuan ini sejalan dengan kajian ilmiah yang menegaskan latihan treadmill secara teratur dapat meningkatkan kapasitas kardiorespirasi dan kesehatan umum remaja. Penelitian ini merekomendasikan perlunya integrasi program latihan treadmill yang terstruktur dan inovatif di sekolah guna mengatasi hambatan dan meningkatkan partisipasi aktivitas fisik siswa.
Copyrights © 2026