Angka kejadian Gagal Ginjal Kronik (GGK) di Provinsi D.I Yogyakarta lebih tinggi dibandingkan angka Indonesia yaitu sebesar 0,38%. Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien GGK adalah hipoalbuminemia. Perawatan hemodialisis (HD) dapat menyebabkan hipoalbuminemia sehingga menurunkan angka kelangsungan hidup pasien HD. Diet tinggi protein dengan proporsi yang tepat untuk pasien HD membantu mengganti asam amino (AA) yang hilang selama menjalani HD, menjaga keseimbangan nitrogen, dan meningkatkan albumin serum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan protein dan proporsi protein hewani-nabati dengan kadar albumin pasien GGK. Penelitian dilakukan secara observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien GGK yang menjalani HD secara rutin di Unit Hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang dikumpulkan meliputi data asupan protein, proporsi protein, dan kadar serum albumin dengan beberapa instrumen pengumpulan data berupa form food recall 24 jam, alat dan bahan pemeriksaan kadar albumin. Analisis data menggunakan uji chi-square. Sebanyak 56 responden (93,3%) memiliki asupan protein yang tidak baik, rata- rata asupan protein 31,5 g (48,8% dari kebutuhan protein perindividu). Sebanyak 55 responden (91,7%) memiliki proporsi protein hewani-nabati yang tidak adekuat. Dilihat dari kadar albumin, sebanyak 49 responden (81,7%) mengalami hipoalbuminemia, dengan rata-rata kadar albumin 3,15 g/dl. Hasil uji statistik ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein (p-value = 0,017) dan proporsi protein hewani-nabati (p-value = 0,039) terhadap kadar albumin pada pasien GGK dengan HD. Asupan protein, proporsi protein hewani-nabati mempengaruhi kadar albumin pasien GGK dengan Hemodialisis
Copyrights © 2025