Dalam operasional penambangan khususnya tambang terbuka, terdapat empat tahapan yaitu, tahap 1 (µ1) loading point, tahap 2 (µ2) di jalan bermuatan, tahap 3 (µ3) disposal, tahap 4 (µ4) di jalan kosong. Hubungan antar alat angkut dengan alat gali muat sangat berperan dalam pencapaian produksi, sehingga sebaiknya dianalisis cara untuk meningkatkan pelayanan dalam aktivitas tersebut. Metode yang sering digunakan yaitu metode match factor. Ada metode lain yang jarang sekali dipakai dalam penyelesaian masalah produksi yaitu, metode teori antrian. Metode ini menjelaskan hubungan antar alat angkut dengan alat gali muat. Selain itu, metode teori antrian dapat mengetahui tingkat pelayanan dari alat gali muat, tingkat kedatangan dari alat angkut, dan persentase terjadinya antrian. Melalui pendekatan menggunakan metode teori antrian, maka didapat perhitungan probabilitas dengan 35 kemungkinan yang artinya ada 35 bentuk keadaan sistem alat angkut pada saat mengatri. Tingkat pelayanan yang bisa dilayani oleh alat gali muat adalah 10.9 unit/jam, tingkat kedatangan dibagi menjadi dua yaitu, tingkat kedatangan ketika tidak adanya antrian adalah 3 unit/jam, dan tingkat kedatangan ketika adanya antrian adalah 2 unit/jam. Dari perhitungan yang didapat maka sebaiknya melakukan pengurangan alat angkut dari 4 unit menjadi 3 unit, dikarenakan persentase antrian lebih besar dibanding tidak adanya antrian.
Copyrights © 2025