Transformator distribusi memiliki peran penting dalam kelangsungan sistem jaringan distribusi tenaga listrik. Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini transformator distribusi tidak hanya di produksi menggunakan baja silicon saja, akan tetapi banyak produsen transformator yang sudah memproduksi menggunakan baja amorphous. Dalam aplikasi penerapan transformator baja amorphous dilapangan, ditemukan kondisi anomali dimana transformator tersebut berdengung melebihi ketentuan standar SPLN D3.002-1:2020. Dengung pada transformator baja amorphous menjadi keluhan masyarakat yang berada disekitar transformator baja amorphous sehingga keandalan transformator dengan inti besi amorphous diragukan. Dari kejadian tersebut penulis termotivasi untuk melakukan studi tentang karakteristik inti besi amorphous dan CRGO (Cold Rolled Grain Oriented) dengan metode eksperimen percobaan pengujian kurva magnetisasi terhadap kedua inti besi yang digunakan pada transformator distribusi untuk mengetahui karakteristik saturasi terhadap kedua inti tersebut. Hasil percobaan yang dilakukan menunjukkan bahwa kurva magnetik inti baja amorphous cenderung lebih cepat mengalami kejenuhan dibandingkan CRGO. Hal ini berbanding lurus dengan pengujian tingkat bising yang dilakukan dimana hasil pengujian menunjukkan transformator baja amorphous memiliki nilai kebisingan yang lebih tinggi daripada CRGO.
Copyrights © 2025