Performa server API merupakan faktor krusial dalam pengembangan aplikasi web modern yang menuntut latensi rendah dan throughput tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja Laravel Octane berbasis FrankenPHP dan Webman berbasis Workerman sebagai framework PHP worker model pada operasi READ dan CREATE data. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental melalui benchmarking dengan ApacheBench pada dua skenario API, yaitu pengambilan dan penyimpanan 1000 baris data MySQL, dengan konfigurasi tingkat konkurensi terstandar pada lingkungan server identik. Parameter kinerja yang dievaluasi meliputi requests per second, median latency, dan P95 latency. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Webman secara konsisten unggul pada kedua skenario pengujian. Pada operasi READ, Webman mencapai throughput hampir dua kali lipat dibanding Laravel Octane dengan latensi median lebih rendah hingga 65%. Sementara itu, pada operasi CREATE, Webman mencatat throughput 1,7 kali lebih tinggi dan waktu respons sekitar 50% lebih cepat. Keunggulan ini berkaitan erat dengan arsitektur event-driven non-blocking Workerman yang meminimalkan overhead eksekusi. Laravel Octane tetap menampilkan stabilitas kinerja yang baik, namun kompleksitas internal framework menyebabkan latensi yang relatif lebih tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Webman lebih sesuai untuk pengembangan API bertrafik tinggi dan sistem mikroservis, sedangkan Laravel Octane unggul untuk aplikasi kompleks berbasis ekosistem Laravel. Temuan ini memberikan kontribusi empiris bagi pemilihan framework PHP berdasarkan kebutuhan performa aktual.
Copyrights © 2026