Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah menjadi komponen fundamental dalam implementasi smart cities melalui pemanfaatan sistem berbasis data untuk meningkatkan efisiensi, kualitas layanan publik, dan pengelolaan infrastruktur perkotaan. Namun, adopsi IoT dalam skala kota juga menghadirkan tantangan signifikan terkait keamanan sistem dan perlindungan privasi data warga. Sistem IoT pada smart cities menghasilkan data dalam volume besar, bersifat real-time, terdistribusi, dan sering kali mengandung informasi sensitif, sehingga rentan terhadap ancaman keamanan siber dan penyalahgunaan data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif aspek keamanan dan kebijakan privasi dalam penggunaan teknologi IoT pada smart cities melalui pendekatan terintegrasi. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap 25 publikasi ilmiah terpilih pada periode 2022-2025, yang terdiri dari artikel jurnal, prosiding konferensi, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman keamanan dan risiko privasi muncul pada seluruh lapisan arsitektur IoT, mulai dari perangkat, jaringan, pengolahan data, hingga aplikasi dan tata kelola. Selain itu, kebijakan privasi yang ada umumnya masih bersifat normatif dan belum sepenuhnya terintegrasi dengan praktik teknis IoT di lapangan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi smart cities tidak hanya ditentukan oleh solusi teknis keamanan, tetapi juga oleh efektivitas kebijakan privasi dan tata kelola data yang transparan. Penelitian ini berkontribusi dengan menyajikan kerangka analisis integratif yang menghubungkan keamanan IoT, kebijakan privasi, dan kepercayaan publik sebagai fondasi pengembangan smart cities yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026