Lebertus Very : Penelitian ini berfokus pada pembinaan disiplin pegawai di Kantor Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, terkait kurangnya ketegasan dalam memberikan hukuman kepada pelanggar peraturan absensi kehadiran, yang saat ini hanya berupa teguran lisan. Akibatnya, hukuman tersebut tidak menghasilkan efek jera bagi para pegawai yang melanggar aturan dan rendahnya motivasi dan apresiasi dari pimpinan kepada bawahan menyebabkan pegawai cenderung mengabaikan tanggung jawab mereka dalam mematuhi jam kerja,. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi dan merujuk pada teori pembinaan disiplin menurut Tohardi, mencakup konsep punishment and reward, adil dan tegas, motivasi, keteladanan, dan lingkungan yang kondusif. Hasil penelitian bahwa di Kantor Kecamatan Empanang, pemberian reward yang dapat memotivasi semangat kerja pegawai belum diimplementasikan secara efektif. Selain itu, hukuman yang diberikan belum sepenuhnya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Meskipun Camat sudah adil dalam memberikan tugas dan wewenang, namun kurang tegas dalam memberikan sanksi yang lebih efektif selain hanya teguran lisan. Teguran lisan bukanlah satu-satunya faktor motivasi bagi pegawai. Disarankan agar Kantor Kecamatan Empanang juga menyelenggarakan workshop atau seminar, serta membangun keterbukaan antara pimpinan dan bawahan untuk memperkuat kepercayaan terhadap pemimpin. Keteladanan, sikap, dan perilaku seorang pemimpin memiliki peran penting dalam membentuk kondisi lingkungan di Kantor Kecamatan Empanang. Pentingnya menciptakan lingkungan yang kondusif dengan memberikan dukungan dan fasilitas juga menjadi faktor kunci dalam meningkatkan disiplin pegawai di Kantor Kecamatan Empanang.Kata Kunci: Pembinaan, Disiplin Pegawai, Kecamatan.
Copyrights © 2024