Permasalahan bullying pada anak-anak migran merupakan isu serius yang berdampak langsung terhadap kesehatan mental, terutama pada komunitas rentan seperti penampungan IOM di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Anak-anak migran yang berasal dari negara konflik menghadapi tekanan psikososial tinggi akibat pengalaman traumatis, perbedaan budaya, serta keterbatasan adaptasi sosial, sehingga rentan menjadi korban maupun pelaku bullying. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental anak migran melalui penguatan empati, toleransi, dan keterampilan sosial sebagai upaya pencegahan perilaku bullying. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif, meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi penyelesaian konflik, dan permainan edukatif yang disesuaikan dengan usia dan karakter anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak terhadap perasaan orang lain, sikap penerimaan terhadap keberagaman budaya, serta kemampuan berkomunikasi dan menyelesaikan konflik secara non-kekerasan. Secara terukur, anak lebih aktif berinteraksi positif dan menunjukkan penurunan perilaku agresif selama kegiatan berlangsung. Program ini dirancang berkelanjutan melalui penguatan peran pendamping dan lingkungan sosial, sehingga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung kesehatan mental anak-anak migran dalam jangka panjang.
Copyrights © 2025