Tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan pola yang tidak stabil dan masih menjadi persoalan utama dalam pembangunan ekonomi daerah. Pertumbuhan jumlah penduduk usia kerja yang tidak sebanding dengan daya serap lapangan kerja, serta ketidakstabilan perekonomian menyebabkan tekanan pada pasar tenaga kerja. Kondisi ini menuntut analisis mendalam terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pengangguran untuk mendukung perumusan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan data panel yang bertujuan menganalisis pengaruh PDRB, TPT, dan Inflasi terhadap pengangguran terbuka pada lima kabupaten/kota di Sulawesi Selatan periode 2015-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial PDRB dan TPAK berpengaruh negatif signifikan, sedangkan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pengangguran terbuka. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sektor produktif dan peningkatan kualitas tenaga kerja agar menekan pengangguran terbuka di Sulawesi Selatan.
Copyrights © 2026