Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Nilai Ekspor Migas (EM), Nilai Ekspor Non-Migas (ENM), Inflasi (INF), Foreign Direct Investment (FDI), dan Suku Bunga Acuan (SBUNGA) terhadap Cadangan Devisa Indonesia periode 2015-2024. Regresi linier berganda diterapkan bagi penelitian ini untuk menguji pengaruh simultan variabel independen terhadap posisi cadangan devisa negara, dengan mengandalkan data sekunder time series periode 2015-2024 dari sumber resmi seperti Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik Indonesia guna memastikan validitas empiris dan generalisasi hasil. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda membuktikan bahwa Nilai Ekspor Migas dan Nilai Ekspor Non-Migas berpengaruh positif serta signifikan terhadap Cadangan Devisa Indonesia, yang mengasumsikan bahwa peningkatan pada kinerja ekspor mampu menjadi sumber utama penambahan nilai devisa negara dan pendorong utama ketahanan eksternal perekonomian. Inflasi memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap Cadangan Devisa Indonesia. Foreign Direct Investment memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap Cadangan Devisa Indonesia. Sedangkan Suku Bunga Acuan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Cadangan Devisa Indonesia. Temuan ini merekomendasikan reformulasi kebijakan ekonomi Indonesia yang mengutamakan penguatan ekspor migas dan ekspor non-migas sebagai sumber devisa primer, dikarenakan bukti empiris menunjukkan kontribusi signifikan keduanya terhadap peningkatan cadangan devisa. Selain itu, variabel yang belum menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik selama periode penelitian tetap perlu dijaga agar mampu memperkuat nilai cadangan devisa dalam jangka panjang serta mampu mendukung ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.
Copyrights © 2026