Pariwisata merupakan salah satu jalan tercepat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Utamanya bagi masyarakat desa, potensi alam yang dimiliki menjadi anugrah yang bisa digunakan untuk menekan angka kemiskinan melalui sektor ini. Namun demikian satu hal yang menjadi masalah adalah potensi dampak negatif yang ditimbulkan baik berupa moral maupun lingkungan. Inilah yang dilakukan oleh Desa Wisata Sembungan Dieng Wonosobo Jawa Tengah yang seluruh penduduknya beragama Islam. Maka dari keberadaan kearifan lokal bisa menjadi solusi dalam mencegah-membendung dampak tersebut. Menggunakan jenis penelitian kualitatif bersifat lapangan (Field Research) dengan pendekatan fenomenologis, artikel ini mencoba menggali tentang bagaimana Desa Wisata Sembungan mengelola wisata berbasis kearifan lokal. Adapun hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan Desa Wisata Sembungan telah sesuai dengan idealitas komponen pariwisata, yakni amenity, accessibility, attraction dan ancilliary. Sementara secara implementatif keempat komponen itu dijalankan dengan berdasarkan keraifan lokal yang sudah dimiliki oleh masyarakat Desa Sembungan. Sebuah pengelolaan wisata yang tidak lepas dari segi kebijaksanaan, kelestarian lingkungan dan konservasi terhadap apa yang sudah diwariskan oleh leluhur.
Copyrights © 2022