Peradaban Journal of Law and Society
Vol. 4 No. 2 (2025)

Landasan Normatif Green Constitution dalam Islam: Studi Ayat Ekologis dan Relevansinya bagi Pembaruan Hukum Lingkungan di Indonesia

Al Hikam, Moh. Ikhya Ulumuddin (Unknown)
Bahari, Fadhil Achmad Agus (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

The global ecological crisis—marked by climate change, environmental degradation, and the overexploitation of natural resources—highlights the limitations of modern legal paradigms that remain predominantly anthropocentric. In Indonesia, the concept of a Green Constitution has emerged as an effort to constitutionalize environmental protection; however, its development largely relies on formal legal mechanisms and lacks deeper ethical and epistemological grounding. This article analyzes thematic interpretations of Qur’anic ecological verses as a conceptual basis for constructing a Green Constitution rationality that integrates legal norms with ethical principles. Employing a qualitative method with a thematic tafsir approach, this study examines Qur’anic verses concerning cosmological order, human responsibility, and prohibitions against environmental destruction, and relates them to principles of constitutional environmental law. The findings demonstrate that key Qur’anic concepts—such as mīzān (balance), khalīfah (trusteeship), fasād (corruption), isti‘mār (constructive development), and the prohibition of isrāf (excess)—provide epistemological foundations for sustainability, ecological justice, precaution, and state responsibility. Integrating Qur’anic environmental ethics into constitutional discourse contributes to the development of a Green Constitution framework that is normatively robust, socially legitimate, and contextually grounded in Indonesia’s constitutional and religious worldview. Krisis ekologis global—yang ditandai oleh perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan—menunjukkan keterbatasan paradigma hukum modern yang masih bersifat antroposentris. Di Indonesia, konsep Green Constitution muncul sebagai upaya mengonstitusionalisasikan perlindungan lingkungan hidup; namun pengembangannya masih bertumpu pada mekanisme hukum formal dan belum didukung oleh landasan etis dan epistemologis yang memadai. Artikel ini menganalisis tafsir tematik ayat-ayat ekologis Al-Qur’an sebagai dasar konseptual dalam membangun rasionalitas Green Constitution yang mengintegrasikan norma hukum dengan prinsip etika. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik, kajian ini menelaah ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan tatanan kosmologis, tanggung jawab manusia, dan larangan terhadap perusakan lingkungan, serta menghubungkannya dengan prinsip-prinsip hukum lingkungan konstitusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep-konsep Qur’ani seperti mīzān (keseimbangan), khalīfah (amanah), fasād (kerusakan), isti‘mār (pembangunan berkelanjutan), dan larangan isrāf (berlebihan) mengandung fondasi epistemologis bagi prinsip keberlanjutan, keadilan ekologis, kehati-hatian, dan tanggung jawab negara. Integrasi etika lingkungan Qur’ani ke dalam diskursus konstitusional berkontribusi pada pembentukan kerangka hukum Green Constitution yang kokoh secara normatif, memiliki legitimasi sosial, dan relevan dengan konteks konstitusional serta religius Indonesia.  

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

PJLS

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Peradaban Journal of Law and Society (PJLS) is an open access and peer reviewed journal provides space for studies in the field of law and its various aspects in society. PJLS is committed to being an important resource in the study of academics and practitioners as well as researchers in the world ...