Bab ini membahas munculnya persahabatan translokal dan hubungan intim yang bersifat pilihan (elective affinities) di kalangan Sufi migran Pakistan Selatan di Inggris, yang secara eksplisit menentang dikotomi modernitas pra-modernitas serta asumsi bahwa kelekatan sosial dalam diaspora hanyalah kelangsungan ikatan pra-migrasi (seperti ikatan kekerabatan atau biradari). Melalui studi kasus etnografis atas beberapa kelompok Sufi, termasuk Tarekat Azamiyah yang inovatif dan dipimpin oleh perempuan (Baji Saeeda) serta kelompok esoteris Syaikh Abidi, ditunjukkan bahwa Sufisme urban telah berhasil menciptakan ruang bagi bentuk-bentuk keakraban sosial baru di tengah lingkungan perkotaan modern, yang melampaui batasan kekerabatan, etnis, dan teritorial. Kelompok-kelompok Sufi ini ditandai oleh translokalitas yang luas, terikat dalam jaringan transnasional yang menghubungkan Inggris dan Pakistan, menyerupai kultus regional dengan pusat sakral dan cabang-cabang yang meluas. Secara sosial, mereka memfasilitasi keakraban lintas-gender yang sah (dalam beberapa kelompok) dan kepemimpinan perempuan, serta membentuk afiliasi semi-kekeluargaan di kalangan pengikut. Keakraban ini timbul bukan hanya dengan wali atau pembimbing spiritual (mursyid), tetapi juga di kalangan sesama pengikut, yang sering digambarkan seperti keluarga. Praktik spiritual dan intelektual juga menunjukkan hibriditas yang signifikan, menggabungkan ritual sufi tradisional (zikir) dengan wacana ilmiah modern (seperti teori warna dan energi spiritual), atau manipulasi numerik Al-Qur'an (Jafr) menggunakan teknologi komputer. Secara keseluruhan, Sufisme di Inggris berfungsi untuk mendorong pengalaman transenden, memberikan tujuan hidup yang etis dan transenden, dan menciptakan komunitas rohani yang adaptif dan inklusif di lingkungan urban modern.
Copyrights © 2026