Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bantuan kredit dan pembinaan manajemen terhadap keberlanjutan usaha dengan mediasi keterampilan wirausaha pada UMKM kerajinan tenun songket di Provinsi Bali. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 82 pelaku UMKM yang tersebar di enam kabupaten/kota, yaitu Denpasar, Buleleng, Karangasem, Jembrana, Gianyar, dan Klungkung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis terbukti signifikan. Bantuan kredit dan pembinaan manajemen berpengaruh positif terhadap keterampilan wirausaha dan keberlanjutan usaha. Selain itu, keterampilan wirausaha terbukti memediasi secara signifikan pengaruh bantuan kredit dan pembinaan manajemen terhadap keberlanjutan usaha. Temuan ini menegaskan pentingnya kapabilitas internal wirausaha dalam mengoptimalkan dukungan eksternal untuk mencapai keberlanjutan ekonomi dan budaya. Orisinalitas penelitian ini terletak pada integrasi tiga perspektif teori utama—Resource-Based View, Entrepreneurial Competency Theory, dan Sustainability Theory—ke dalam satu model empiris yang difokuskan pada UMKM berbasis budaya lokal. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup geografis yang hanya mencakup Provinsi Bali dan bersifat cross-sectional, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke wilayah lain atau jangka waktu yang lebih panjang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas wilayah studi, menambah variabel seperti inovasi produk dan adopsi teknologi digital, serta menggunakan pendekatan longitudinal untuk menggambarkan dinamika keberlanjutan usaha secara lebih komprehensif.
Copyrights © 2026