Penelitian ini bertujuan menguji apakah komitmen organisasi bertindak sebagai mediator yang menghubungkan pengaruh kepemimpinan melayani dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di Bappeda Provinsi Bali. Secara teoretis, penelitian ini ingin membuktikan bahwa komitmen pegawai adalah faktor psikologis kunci yang menjelaskan bagaimana gaya kepemimpinan dan sikap kerja dapat meningkatkan efektivitas di sektor publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 106 responden yang merupakan seluruh pegawai Bappeda Provinsi Bali, utamanya di Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, dan Kota Denpasar. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tujuh hipotesis yang diajukan terbukti signifikan, termasuk dua hipotesis mediasi. Secara khusus, kepemimpinan melayani dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi dan kinerja pegawai. Selain itu, komitmen organisasi terbukti memediasi secara signifikan pengaruh kepemimpinan melayani dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai, menunjukkan bahwa komitmen organisasi berperan sebagai mekanisme psikologis penting dalam memperkuat dampak positif perilaku kepemimpinan dan kepuasan kerja terhadap kinerja aparatur. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang melayani dan kepuasan kerja dapat meningkatkan komitmen organisasi dan kinerja di sektor publik Indonesia. Secara praktis, temuan ini menyarankan agar pemerintah daerah fokus mengembangkan gaya kepemimpinan melayani dan meningkatkan kepuasan pegawai untuk memperkuat komitmen mereka.
Copyrights © 2026