Sosialisasi bahaya grooming ideologis dilaksanakan sebagai strategi preventif radikalisme sejak dini pada 45 remaja Panti Asuhan Srimujinab. Program intervensi langsung selama tiga jam ini menggunakan metode pemaparan materi, yang kemudian diikuti oleh Games Benar/Salah untuk identifikasi taktik manipulatif perekrut ideologis secara praktis. Penelitian ini bertujuan mengisi celah dengan menguji efektivitas model games-based learning dalam konteks pra-radikalisasi. Hasil observasi kualitatif menunjukkan bahwa metode game edukasi berhasil meningkatkan partisipasi dan daya tangkal remaja secara signifikan. Ini dibuktikan dengan transisi dari penerimaan pasif menjadi kemampuan analisis kritis terhadap bahasa manipulatif dan tahapan grooming. Peningkatan ini secara langsung memperkuat Literasi Kewarganegaraan remaja dan kesadaran mereka terhadap nilai-nilai Pancasila—terutama pengamalan Sila Keempat (Hikmat Kebijaksanaan) sebagai filter informasi. Disimpulkan bahwa edukasi grooming ideologis melalui model interaktif adalah intervensi praktis yang efektif dan berkelanjutan untuk membangun daya tangkal psikologis dan ideologis. Model ini direkomendasikan sebagai strategi pencegahan radikalisme yang selaras dengan penguatan Ketahanan Nasional dan perwujudan Sila Kelima (Keadilan Sosial) di lingkungan institusi pengasuhan.
Copyrights © 2026