Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Bahaya Grooming Ideologis sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme pada Remaja Panti Asuhan Srimujinab Dodi Asmara; Della Arum Puspita; Ela Viola; Putri Alya Fahira
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6720

Abstract

Sosialisasi bahaya grooming ideologis dilaksanakan sebagai strategi preventif radikalisme sejak dini pada 45 remaja Panti Asuhan Srimujinab. Program intervensi langsung selama tiga jam ini menggunakan metode pemaparan materi, yang kemudian diikuti oleh Games Benar/Salah untuk identifikasi taktik manipulatif perekrut ideologis secara praktis. Penelitian ini bertujuan mengisi celah dengan menguji efektivitas model games-based learning dalam konteks pra-radikalisasi. Hasil observasi kualitatif menunjukkan bahwa metode game edukasi berhasil meningkatkan partisipasi dan daya tangkal remaja secara signifikan. Ini dibuktikan dengan transisi dari penerimaan pasif menjadi kemampuan analisis kritis terhadap bahasa manipulatif dan tahapan grooming. Peningkatan ini secara langsung memperkuat Literasi Kewarganegaraan remaja dan kesadaran mereka terhadap nilai-nilai Pancasila—terutama pengamalan Sila Keempat (Hikmat Kebijaksanaan) sebagai filter informasi. Disimpulkan bahwa edukasi grooming ideologis melalui model interaktif adalah intervensi praktis yang efektif dan berkelanjutan untuk membangun daya tangkal psikologis dan ideologis. Model ini direkomendasikan sebagai strategi pencegahan radikalisme yang selaras dengan penguatan Ketahanan Nasional dan perwujudan Sila Kelima (Keadilan Sosial) di lingkungan institusi pengasuhan.
KITA SEMUA SAHABAT PANCASILA – JANGAN BIARKAN RADIKALISME PECAH PERSAHABATAN Ria Ramadhani; Farel Nur Hakim; Selvi Nada Lestari; Maria Mahdalena; Suci Ramadhani; Dodi Asmara
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6763

Abstract

Pancasila adalah Dasar negara serta pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan yang beraneka ragam. Prinsip-prinsip Pancasila memberikan ajaran mengenai persatuan, toleransi, kemanusiaan, dan saling menghormati. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, muncul ideologi radikalis yang dapat mengganggu persahabatan, menimbulkan kebencian, dan memecah belah persatuan bangsa, khususnya di kalangan kaum muda. Tulisan ini mengulas tentang konsep “Sahabat Pancasila” sebagai bentuk nyata dari penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan bahasa yang mudah dimengerti, tulisan ini mengungkapkan bahwa persahabatan, komunikasi yang sopan, dan sikap empatik adalah kunci utama untuk melawan radikalisme. Hasil analisis menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila dapat menghasilkan lingkungan sosial yang damai, harmonis, dan terbebas dari pengaruh paham radikal. Radikalisme tidak hanya mengancam stabilitas sosial, tetapi juga merusak bahasa, hati, dan relasi antarmanusia. Oleh karena itu, menanamkan nilai Sahabat Pancasila sejak dini menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan sosial yang damai, inklusif, dan berkeadaban. Artikel ini menegaskan bahwa pengamalan Pancasila secara konsisten mampu memperkuat persatuan bangsa serta menjaga persahabatan dari pengaruh radikalisme.
Peran Generasi Muda Dalam Mencegah Radikalisme Melalui Etika Berbahasa Dodi Asmara; Anjani Dwi Septiani; Jelita Febrian; Qurati A’yuni Salsabilla; Siti Yuliza; Yunanda Aulia
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6851

Abstract

Perkembangan ruang digital sebagai ruang publik. Utama telah menjadikan media sosial sebagai sarana interaksi yang tidak hanya memfasilitasi komunikasi, tetapi juga menjadi medium penyebaran narasi ideologis melalui penggunaan Bahasa provokatif, ujaran kebencian, dan pesan intolean. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pola pikir ekstrem, khususnya pada anak dan remaja yang belum memiliki pemahaman etika komunikasi digital yang memadai. Oleh karena itu, penguatan literasi digital yang berfokus pada edukasi bijak berbahasa menjadi langkah preventif yang relevan dalam upaya pencegahan radikalisme di dunia maya. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan membekali anak-anak Panti Asuhan As-Salam Nur Hidayah dengan pemahaman etika berbahasa serta keterampilan komunikasi digital yang santun dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukatif-partisipatif melalui pemaparan materi interaktif, diskusi kasus yang melibatkan 15 peserta dari jenjang SD, dan SMP. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi ciri pesan radikal serta perubahan pola komunikasi menjadi lebih reflektif dan positif. Kesimpulannya, edukasi bijak berbahasa di ruang digital efektif memabangun kesadaran etis, karakter toleran, dan ketahanan sosial anak asuh terhadap pengaruh ideologi ekstrem di media sosial.