Film Yuni karya Kamila Andini merepresentasikan realitas sosial perempuan dalam konteks budaya patriarki yang masih kuat di masyarakat. Film ini tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai teks budaya yang memuat wacana tentang moralitas, relasi kuasa, serta posisi sosial perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai moral perempuan direpresentasikan dalam film Yuni melalui struktur narasi, dialog, dan visual dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan komunikasi dan kajian media. Sumber data primer berupa film Yuni yang ditayangkan di Disney+ Hotstar, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan sumber daring yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sementara analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Yuni merepresentasikan perempuan dalam posisi yang ambivalen, yaitu sebagai subjek yang memiliki kesadaran moral dan daya tawar terhadap norma sosial, namun sekaligus sebagai objek yang dibatasi oleh konstruksi budaya patriarki. Nilai moral perempuan ditampilkan melalui sikap keteguhan prinsip, keberanian menolak dominasi, serta upaya mempertahankan martabat diri di tengah tekanan sosial. Analisis wacana kritis Sara Mills mengungkap bahwa sudut pandang narasi dan struktur bahasa dalam film berperan penting dalam membentuk pemaknaan penonton terhadap perempuan, moralitas, dan relasi kuasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Yuni menjadi ruang kritik sosial yang merepresentasikan perjuangan perempuan dalam menegosiasikan nilai moral dan identitasnya di tengah struktur sosial yang tidak setara.
Copyrights © 2026