Media sosial saat ini menjadi lahan subur penyebaran radikalisme melalui narasi kebencian dan ketidaksantunan berbahasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa sebagai upaya preventif menangkal radikalisme melalui program sosialisasi "Jari Pintar". Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan implementasi program yang melibatkan 15 remaja di Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah Pekanbaru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, terlihat dari antusiasme dalam dua sesi kuis interaktif dan analisis studi kasus. Ditemukan bahwa kemampuan membedakan kritik konstruktif dan hujatan destruktif merupakan kunci awal deteksi radikalisme. Penerapan filter kognitif metode T.H.I.N.K (True, Helpful, Illegal, Necessary, Kind) terbukti efektif sebagai instrumen pertahanan diri, di mana aspek kesantunan berfungsi sebagai soft-power dalam memutus rantai narasi provokatif. Disimpulkan bahwa penguasaan etika digital merupakan benteng pertahanan sosial vital bagi generasi muda.
Copyrights © 2026