Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Paradigma Baru Radikalisme Digital: Analisis Pengaruh Platform Video Pendek dan Algoritma terhadap Kerentanan Generasi Z Nabilla Aulia Putri; Putri Nafisha; Azmi Habibah; Asty Yolandari; Mutia Mawaddah; Elsa Novelia; Cindy Pakpahan; Maisya Salsabila; Ripi Hamdani
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6655

Abstract

Radikalisme digital adalah paham yang mengupayakan perubahan atau pembaharuan digital melalui cara-cara kekerasan dan ekstrem. Radikalisme adalah orang-orang yang mempunyai sikap ekstrim. Faktanya, mereka menganggap dirinya benar dan orang lain yang tidak setuju dengan mereka mengalami delusi atau salah. Hal ini menunjukkan bahwa mereka radikal. Berkat perkembangan teknologi yang begitu pesat, media sosial mudah diakses hampir di seluruh lapisan masyarakat. penelitian ini diklasifikasikan sebagai penelitian literatur, yang termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research). Penelitian kepustakaan melibatkan pengumpulan data dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber literatur. Sumber-sumber ini tidak terbatas pada buku, tetapi juga mencakup bahan dokumentasi, majalah, jurnal, dan surat kabar.Teknik dalam mengumpulan data melalui referensi yang relevan, artikel jurnal, laporan lembaga riset baik secara offline maupun online. perkembangan zaman radikalisme tidak hanya di temui pada ceramah ceramah atau narasi kaku lagi , tetapi sudah menyebar dalam media sosial dimana paham tersebut sudah dikemasdengan bentuk visual yang menarik dan estetik sehingga mengelabui individu yang melihatnya. Di era modern, penyebaran paham radikalisme ini menjadi lebih masif seiring kelompok atau sel teror menggunakan media sosial sebagai sarana penyebaran paham mereka.Radikalisme kini bertransformasi menjadi estetika digital manipulatif melalui konten video pendek yang mengeksploitasi algoritma media sosial. Generasi Z sangat rentan terpapar pola digital funneling yang menggiring audiens dari ruang publik ke grup privat terenkripsi. Fenomena ini memicu micro-radicalization yang merusak toleransi. Tanpa literasi digital kritis, teknologi akan terus menjadi alat efektif penyebaran ideologi ekstrem yang mengancam stabilitas nasional.
Kesantunan Berbahasa Indonesia di Media Sosial untuk Menangkal Bibit Radikalisme Ripi Hamdani; Yogi Surya Tantra; Indah Mawaddah Lubis; Valensia Bertha Gozali; Nadia Meldiana; Jumiati; Fajar Bintang Ramadan; Daffa Dzaki
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6734

Abstract

Media sosial saat ini menjadi lahan subur penyebaran radikalisme melalui narasi kebencian dan ketidaksantunan berbahasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa sebagai upaya preventif menangkal radikalisme melalui program sosialisasi "Jari Pintar". Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan implementasi program yang melibatkan 15 remaja di Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah Pekanbaru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, terlihat dari antusiasme dalam dua sesi kuis interaktif dan analisis studi kasus. Ditemukan bahwa kemampuan membedakan kritik konstruktif dan hujatan destruktif merupakan kunci awal deteksi radikalisme. Penerapan filter kognitif metode T.H.I.N.K (True, Helpful, Illegal, Necessary, Kind) terbukti efektif sebagai instrumen pertahanan diri, di mana aspek kesantunan berfungsi sebagai soft-power dalam memutus rantai narasi provokatif. Disimpulkan bahwa penguasaan etika digital merupakan benteng pertahanan sosial vital bagi generasi muda.
BAHASA KITA, HATI KITA – TANPA RADIKALISME, HANYA CINTA Ria Ramadhani; Farel Nur Hakim; Selvi Nada Lestari; Maria Mahdalena; Suci Rahmadhani; Ripi Hamdani
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6762

Abstract

Bahasa memiliki peran strategis dalam membentuk cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi dalam kehidupan sosial. Dalam konteks masyarakat multikultural, bahasa dapat menjadi sarana pemersatu, namun juga berpotensi digunakan sebagai alat penyebaran paham radikalisme melalui ujaran kebencian, provokasi, dan narasi eksklusif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai media penanaman nilai-nilai toleransi, empati, dan cinta kemanusiaan sebagai upaya pencegahan radikalisme. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia yang menekankan literasi kritis, analisis wacana, serta pemilihan teks yang bermuatan nilai moderasi dan kebinekaan mampu membangun kesadaran berbahasa yang santun dan inklusif. Melalui penggunaan bahasa yang humanis dan reflektif, peserta didik didorong untuk menolak narasi kekerasan dan mengedepankan dialog berbasis kasih sayang. Dengan demikian, Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan hati nurani yang bebas dari radikalisme dan berlandaskan cinta serta kemanusiaan
Penguatan Literasi Bahasa sebagai Strategi Pencegahan Radikalisme pada Remaja Panti Asuhan Srimujinab Ripi Hamdani; Della Arum Puspita; Ela Viola; Putri Alya Fahira
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6765

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya penguatan literasi bahasa sebagai strategi preventif radikalisme di kalangan 45 remaja Panti Asuhan Srimujinab. Program ini dilaksanakan melalui intervensi langsung selama tiga jam dengan metode pemaparan materi dan workshop analisis teks kritis yang berfokus pada retorika dan narasi ekstremis. Hasil observasi kualitatif menunjukkan perubahan mendasar pada subjek, dengan transisi dari penerimaan narasi pasif menjadi kemampuan analisis kritis terhadap pesan ideologi yang manipulatif. Peningkatan keterampilan ini secara signifikan berkorelasi dengan daya tangkal remaja. Disimpulkan bahwapenguatan literasi bahasa merupakan strategi edukasi yang efektif dan berkelanjutan (sustainable) untuk membangun imunitas ideologis remaja, serta direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pencegahan radikalisme..
SOSIALISASI PENCEGAHAN RADIKALISME PADA SISWA SMA MELALUI PENDEKATAN LITERASI BAHASA INDONESIA DI SMAN 9 PEKANBARU Ginna Arvi Nanda; Annisa Mutia; Syakirah Permata Auliya; Naila Awalia Antoni; Syafira Atikah Putri; Rado Justeza; Iqbal Ibrahim; Yones Paulus Sinaga; Ripi Hamdani
Jurnal Padamu Negeri Vol. 3 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/ka3bnq13

Abstract

Radicalism is a social challenge that can potentially affect adolescents, particularly senior high school students who are in a phase of identity formation. Limited literacy skills and critical thinking abilities may increase students’ vulnerability to the spread of radical ideologies through their social environment and information media. This community service activity aimed to enhance students’ understanding of radicalism and to foster critical awareness through a Bahasa Indonesia literacy approach. The activity was conducted on December 11, 2025, at SMAN 9 Pekanbaru, Jalan Semeru, involving students aged 16–18 years. The methods employed included observation of the school environment, direct socialization activities, and interactive presentations on radicalism integrated with Bahasa Indonesia learning. The material was delivered interactively to encourage active student participation. The results indicated that students gained a better understanding of the definition, characteristics, and impacts of radicalism, as well as the importance of literacy skills in filtering information. Overall, participants’ responses suggested that the activity was beneficial and relevant to their daily lives as students. This community service activity is expected to serve as a preventive effort in reducing the spread of radical ideologies in the school environment while supporting the strengthening of Bahasa Indonesia literacy.
PERAN BAHASA INDONESIA DALAM PROSES SOSIALISASI RADIKALISME DI SMAN 5 PEKANBARU Ratu Husna Aulia; Nabila Ariyanda; Yuhelsa Marsanda; Tiara Syahfitri; Zahratul Alya Anwar; Zakia Aulia Zikra; Lexa Putri Amanda; Aufa Nur Asyifa; Ripi Hamdani
Jurnal Padamu Negeri Vol. 3 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/zqjcdm15

Abstract

The formal education system in Indonesia, from kindergarten to senior high/vocational schools, is not immune to the spread of radicalism. Education has become one of the "fertile grounds" for the cultivation of radicalism in the name of religion, ranging from classroom conversations, small group discussions, to textbooks that clearly illustrate these massive efforts. The socialization of radicalism aims to increase students' understanding of the dangers of radicalism. This education is carried out using socialization methods. The results of this activity show an increase in knowledge related to radicalism through strengthening media literacy and utilizing the Indonesian language as a means of uniting the nation.
Peran Generasi Muda Dalam Mencegah Radikalisme Melalui Etika Berbahasa Fedora Azizah; Ripi Hamdani
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6912

Abstract

Perkembangan ruang digital sebagai ruang publik. Utama telah menjadikan media sosial sebagai sarana interaksi yang tidak hanya memfasilitasi komunikasi, tetapi juga menjadi medium penyebaran narasi ideologis melalui penggunaan Bahasa provokatif, ujaran kebencian, dan pesan intolean. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pola pikir ekstrem, khususnya pada anak dan remaja yang belum memiliki pemahaman etika komunikasi digital yang memadai. Oleh karena itu, penguatan literasi digital yang berfokus pada edukasi bijak berbahasa menjadi langkah preventif yang relevan dalam upaya pencegahan radikalisme di dunia maya. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan membekali anak-anak Panti Asuhan As-Salam Nur Hidayah dengan pemahaman etika berbahasa serta keterampilan komunikasi digital yang santun dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukatif-partisipatif melalui pemaparan materi interaktif, diskusi kasus yang melibatkan 15 peserta dari jenjang SD, dan SMP. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi ciri pesan radikal serta perubahan pola komunikasi menjadi lebih reflektif dan positif. Kesimpulannya, edukasi bijak berbahasa di ruang digital efektif memabangun kesadaran etis, karakter toleran, dan ketahanan sosial anak asuh terhadap pengaruh ideologi ekstrem di media sosial.
Ragam Bahasa Untuk Menciptakan Komunikasi Yang Sopan Dan Empatis Sebagai Upaya Mencegah Penyebaran Paham Radikalisme Di SD IT Al-Manar Nabillatul Fajri; Viona Sri Mayesa; Ripi Hamdani
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6913

Abstract

Program sosialisasi dengan materi “Ragam Bahasa untuk Menciptakan Komunikasi yang Sopan dan Empatis sebagai Upaya Mencegah Penyebaran Paham Radikalisme” dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMP IT Al-Manar mengenai penggunaan ragam bahasa yang tepat, sopan, dan empatik dalam kehidupan sehari-hari Variasi bahasa mencakup bahasa formal dan nonformal yang digunakan sesuai situasi, tempat, dan hubungan sosial antarindividu. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui sosialisasi edukatif partisipatif. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, role play, kuis, serta pemberian reward. Data diperoleh melalui observasi terhadap partisipasi siswa, respon verbal dan nonverbal, serta kemampuan membedakan bahasa formal dan nonformal sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ragam bahasa, sikap komunikasi yang lebih sopan dan empatik, serta meningkatnya kesadaran toleransi. Dengan demikian, sosialisasi ini efektif sebagai sarana pendidikan karakter dan strategi preventif dalam mencegah perundungan serta penyebaran paham radikalisme.
Penyuluhan Menangkal Radikalisme Melalui Penguatan Karakter Siswa Di Panti Asuhan Bhakti Mufarridhun Pekanbaru Salsabila Olivia Putri; Shofiy Syuja; Piodona Rosalinda; Sephira Astrid Sureztia; James Calvin; Ripi Hamdani
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6937

Abstract

Radikalisme menjadi salah satu persoalan krusial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena berpotensi mengancam persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Anak-anak dan remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu dibekali dengan karakter yang kuat agar memiliki ketahanan diri terhadap pengaruh paham radikal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi melalui penyuluhan dalam upaya pencegahan radikalisme dengan menitikberatkan pada penguatan karakter siswa di Panti Asuhan Bhakti Mufarridhun Pekanbaru. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta penanaman nilai-nilai karakter positif, seperti toleransi, nasionalisme, dan rasa tanggung jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap bahaya radikalisme serta kesadaran akan pentingnya penguatan karakter sebagai upaya preventif dalam menghadapi pengaruh ideologi radikal.