Ripi Hamdani
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SOSIALISASI PENCEGAHAN RADIKALISME PADA SISWA SMA MELALUI PENDEKATAN LITERASI BAHASA INDONESIA DI SMAN 9 PEKANBARU Ginna Arvi Nanda; Annisa Mutia; Syakirah Permata Auliya; Naila Awalia Antoni; Syafira Atikah Putri; Rado Justeza; Iqbal Ibrahim; Yones Paulus Sinaga; Ripi Hamdani
Jurnal Padamu Negeri Vol. 3 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/ka3bnq13

Abstract

Radicalism is a social challenge that can potentially affect adolescents, particularly senior high school students who are in a phase of identity formation. Limited literacy skills and critical thinking abilities may increase students’ vulnerability to the spread of radical ideologies through their social environment and information media. This community service activity aimed to enhance students’ understanding of radicalism and to foster critical awareness through a Bahasa Indonesia literacy approach. The activity was conducted on December 11, 2025, at SMAN 9 Pekanbaru, Jalan Semeru, involving students aged 16–18 years. The methods employed included observation of the school environment, direct socialization activities, and interactive presentations on radicalism integrated with Bahasa Indonesia learning. The material was delivered interactively to encourage active student participation. The results indicated that students gained a better understanding of the definition, characteristics, and impacts of radicalism, as well as the importance of literacy skills in filtering information. Overall, participants’ responses suggested that the activity was beneficial and relevant to their daily lives as students. This community service activity is expected to serve as a preventive effort in reducing the spread of radical ideologies in the school environment while supporting the strengthening of Bahasa Indonesia literacy.
PERAN BAHASA INDONESIA DALAM PROSES SOSIALISASI RADIKALISME DI SMAN 5 PEKANBARU Ratu Husna Aulia; Nabila Ariyanda; Yuhelsa Marsanda; Tiara Syahfitri; Zahratul Alya Anwar; Zakia Aulia Zikra; Lexa Putri Amanda; Aufa Nur Asyifa; Ripi Hamdani
Jurnal Padamu Negeri Vol. 3 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/zqjcdm15

Abstract

The formal education system in Indonesia, from kindergarten to senior high/vocational schools, is not immune to the spread of radicalism. Education has become one of the "fertile grounds" for the cultivation of radicalism in the name of religion, ranging from classroom conversations, small group discussions, to textbooks that clearly illustrate these massive efforts. The socialization of radicalism aims to increase students' understanding of the dangers of radicalism. This education is carried out using socialization methods. The results of this activity show an increase in knowledge related to radicalism through strengthening media literacy and utilizing the Indonesian language as a means of uniting the nation.
Peran Generasi Muda Dalam Mencegah Radikalisme Melalui Etika Berbahasa Fedora Azizah; Ripi Hamdani
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6912

Abstract

Perkembangan ruang digital sebagai ruang publik. Utama telah menjadikan media sosial sebagai sarana interaksi yang tidak hanya memfasilitasi komunikasi, tetapi juga menjadi medium penyebaran narasi ideologis melalui penggunaan Bahasa provokatif, ujaran kebencian, dan pesan intolean. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pola pikir ekstrem, khususnya pada anak dan remaja yang belum memiliki pemahaman etika komunikasi digital yang memadai. Oleh karena itu, penguatan literasi digital yang berfokus pada edukasi bijak berbahasa menjadi langkah preventif yang relevan dalam upaya pencegahan radikalisme di dunia maya. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan membekali anak-anak Panti Asuhan As-Salam Nur Hidayah dengan pemahaman etika berbahasa serta keterampilan komunikasi digital yang santun dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukatif-partisipatif melalui pemaparan materi interaktif, diskusi kasus yang melibatkan 15 peserta dari jenjang SD, dan SMP. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi ciri pesan radikal serta perubahan pola komunikasi menjadi lebih reflektif dan positif. Kesimpulannya, edukasi bijak berbahasa di ruang digital efektif memabangun kesadaran etis, karakter toleran, dan ketahanan sosial anak asuh terhadap pengaruh ideologi ekstrem di media sosial.
Ragam Bahasa Untuk Menciptakan Komunikasi Yang Sopan Dan Empatis Sebagai Upaya Mencegah Penyebaran Paham Radikalisme Di SD IT Al-Manar Nabillatul Fajri; Viona Sri Mayesa; Ripi Hamdani
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6913

Abstract

Program sosialisasi dengan materi “Ragam Bahasa untuk Menciptakan Komunikasi yang Sopan dan Empatis sebagai Upaya Mencegah Penyebaran Paham Radikalisme” dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMP IT Al-Manar mengenai penggunaan ragam bahasa yang tepat, sopan, dan empatik dalam kehidupan sehari-hari Variasi bahasa mencakup bahasa formal dan nonformal yang digunakan sesuai situasi, tempat, dan hubungan sosial antarindividu. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui sosialisasi edukatif partisipatif. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, role play, kuis, serta pemberian reward. Data diperoleh melalui observasi terhadap partisipasi siswa, respon verbal dan nonverbal, serta kemampuan membedakan bahasa formal dan nonformal sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ragam bahasa, sikap komunikasi yang lebih sopan dan empatik, serta meningkatnya kesadaran toleransi. Dengan demikian, sosialisasi ini efektif sebagai sarana pendidikan karakter dan strategi preventif dalam mencegah perundungan serta penyebaran paham radikalisme.
Penyuluhan Menangkal Radikalisme Melalui Penguatan Karakter Siswa Di Panti Asuhan Bhakti Mufarridhun Pekanbaru Salsabila Olivia Putri; Shofiy Syuja; Piodona Rosalinda; Sephira Astrid Sureztia; James Calvin; Ripi Hamdani
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6937

Abstract

Radikalisme menjadi salah satu persoalan krusial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena berpotensi mengancam persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Anak-anak dan remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu dibekali dengan karakter yang kuat agar memiliki ketahanan diri terhadap pengaruh paham radikal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi melalui penyuluhan dalam upaya pencegahan radikalisme dengan menitikberatkan pada penguatan karakter siswa di Panti Asuhan Bhakti Mufarridhun Pekanbaru. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta penanaman nilai-nilai karakter positif, seperti toleransi, nasionalisme, dan rasa tanggung jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap bahaya radikalisme serta kesadaran akan pentingnya penguatan karakter sebagai upaya preventif dalam menghadapi pengaruh ideologi radikal.
Reconciling Tradition and Sharia: An Evaluation of the Bejamu Saman Tradition in Aceh, Indonesia Ripi Hamdani; M. Chalis; Nufiar Nufiar; Abdul Manan; Muji Mulia
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v10i2.6941

Abstract

This article analyzes the tension between the Bejamu Saman tradition in Gayo Lues and Islamic legal norms due to the influx of modern cultural influences. The core problem lies in the practice of Najuk and the shift in artistic content that tends to emphasize sensual aspects, which harms the religious substance of tradition. The novelty of this study lies in the approach of the Sociology of Islamic Law combined with an evaluation based on Maqāṣid al-Sharī'ah to formulate a form of harmonization between local wisdom and the limitations of sharia. Using a qualitative method with a normative-juridical approach, data were collected through in-depth interviews with religious leaders, traditional leaders, and community artists in Gayo Lues Regency. The research findings indicate that Bejamu Saman is maintained as a living law because of its essential role in maintaining social solidarity and silaturahmi (ḥifẓ al-Nafs). However, the evaluation of Maqāṣid al-Syarī'ah identified a clear mafsadah in the practice of Najuk and explicit poetry that directly threatens honor (ḥifẓ al-Nasl) and ignores the principle of Sadd al-Dharī'ah. As a strategic solution, this study recommends a Cultural Reform policy to the Customary Council and the Regional Government to develop technical guidelines for preserving traditions. These recommendations include legalizing the no-touch Najuk procedure through a special forum, returning artistic content to its original form through figurative and da'wah-filled treh/sonek poetry, adjusting Bines dance movements to be less excessive, and strengthening control of performance spaces through the Keketar authority. These steps are crucial to ensure the existence of Gayo Lues culture remains in harmony with the basic values ​​of Islamic law without losing its original essence.